SuaraJogja.id - Pembangunan fisik Taman Budaya Bantul (TBB) di Padukuhan Kamijoro, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan akan dimulai pada 2023 mendatang. Proyek bertaraf internasional itu menelan anggaran sebesar Rp150 miliar yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais).
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, tahun ini pihaknya sedang menyelesaikan pembebasan tanah. Sejauh ini tanah yang telah dibebaskan seluas 4,9 hektare.
"Saat ini sudah sekitar 4,9 hektare yang berhasil kami bebaskan. Sedang proses di BPN untuk balik nama jadi milik Pemkab Bantul," ujar dia, Rabu (8/9/2021).
Lantas jika pembebasan lahan serta proses balik nama selesai, tahun 2022 akan membereskan administrasi pendukungnya. Ada tiga administrasi krusial terkait pembangunan TBB.
"Tahun depan akan membereskan administrasi pendukungnya seperti kajian Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL)," katanya.
Dijelaskan Eko, fungsi TBB adalah untuk inkubasi kesenian dan kebudayaan. Selain itu juga mengembangkan seni penampilan.
"Jadi nanti di sana ada latihan. Yang terutama untuk kegiatan seni budaya dan harapannya jadi tempat wisata baru," katanya.
TBB dibangun dengan mengadopsi konsep Catur Gatra Tunggal. Konsep ini merupakan tata kota Kerajaan Mataram.
"Artinya memadukan fungsi pemerintahan, sosial, religi, dan ekonomi menjadi satu kesatuan," ucapnya.
Baca Juga: Setelah Penemuan Wajan Raksasa, Kini Muncul Rantai Raksasa di Pajangan Bantul
Soal Detail Engineering Design (DED) sedang disusun oleh Pemkab Bantul. Nugroho juga memastikan dalam pembahasan dan penyusunan DED, Pemkab akan melibatkan banyak pihak, utamanya seniman.
Sebab, keberadaan TBB ini diharapkan mampu menjadi rumah untuk seniman. Sehingga TBB gampang diakses baik pelaku maupun masyarakat yang akan jadi calon penonton, saat pembahasan DED akan dipertimbangkan untuk pembuatan akses jalan dan penerangan.
“Semua akan dibahas dalam penyusunan DED nanti,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Setelah Penemuan Wajan Raksasa, Kini Muncul Rantai Raksasa di Pajangan Bantul
-
Danais 392 Kalurahan di DIY Belum Cair, Pemda: Masalah Administratif Harus Diselesaikan
-
Perhatian: Tempel Pajangan di Dasbor Mobil Bisa Picu Bahaya
-
Kelurahan di Jogja Dibantu Danais, Walkot: Harus Ada Program Jelas Penanganan Covid-19
-
Danais untuk COVID-19 DIY Cair, Minimal Tiap Desa Bakal Dapat Rp50 Juta
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata