"Walaupun ada wifi tapi kan kapasitas juga terbatas untuk wifi. Itu yang kemarin rapat dengan dispar provinsi yang saya memberi masukan seperti itu. Kalau bagi pengguna telkomsel sangat kuat sinyal di sini. Tapi untuk provider selain itu lumayan lemot (lambat)," ucapnya.
Nantinya, kata Kholiq, pengelola juga akan berupaya mendekatkan barcode yang dipasang di sekitar lokasi pemasangan wifi. Termasuk juga memperluas cakupannya agar dapat dinikmagi wisatawan.
"Solusinya mungkin barcode nanti kita pasang di beberapa titik yang dekat wifi. Untuk bandwith wifinya kemungkinan akan kita tambah. Jadi kalau Visiting Jogja kan enak bisa impor pesan artinya walaupun sekarang ngga ada sinyal asal sudah klik nanti kalau sudah dapat sinyal sudah terkirim. Kalau PeduliLindungi kan ngga bisa, kalau ngga punya sinyal ya berarti tidak bisa scan," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman Suparmono mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan Pemkab Sleman telah mengusulkan alternatif terkait masalah koneksi internet. Salah satunya solusi yang mungkin digunakan adalah dengan diperbolehkannya wisatawan menggunakan atau menunjukkan kartu vaksin.
"Di surat Bupati kemarin yang dikirimkan kepada Pak Menteri [Menko Marves dan Menkes] kan tetap ada klausul kalau daerah-daerah yang blank spot tetep boleh diperbolehkan pakai kartu vaksin dulu istilahnya menunjukkan kartu vaksin. Permohonan kita seperti itu," kata Suparmono.
Pria yang akrab disapa Pram itu menyebut sebenarnya semua destinasi wisata di Bumi Sembada telah mendapatkan pembekalan teknis mengenai penerapan aplikasi PeduliLindungi. Termasuk dengan membagikan barcode yang nantinya digunakan untuk dipindai atau discan.
"Kalau intinya 2-3 hari lalu kita semua destinasi sudah membagikan teknis nanti caranya download QR code ya. Kita sudah bagikan semua," ucapnya.
Kendati begitu, Pram tetap menilai dibutuhkan jalan keluar jangka panjang dari pemerintah. Khususnya untuk memberikan jangkauan internet di sejumlah objek wisata yang masuk blank spot tadi.
"Jangka panjang pemerintah harus mencarikan jalan keluar yang blank spot itu kemudian ada sinyal gitu. Biar PeduliLindungi bisa dipakai efektif bener oleh masyarakat," imbuhnya.
Baca Juga: Kantongi CHSE dan Barcode PeduliLindungi, Tebing Breksi Siap Uji Coba Buka Wisata
Berita Terkait
-
Kantongi CHSE dan Barcode PeduliLindungi, Tebing Breksi Siap Uji Coba Buka Wisata
-
Pengunjung Bertanda Hitam di Aplikasi PeduliLindungi Dilarang Masuk Mal
-
Cara Scan QR Code di Aplikasi PeduliLindungi untuk Naik KRL
-
Awas, PeduliLindungia.com Situs Palsu! Yang Resmi Milik Satgas Covid-19 Pedulilindungi.id
-
Lima Destinasi Wisata di Kabupaten Malang Bersiap Uji Coba Buka Operasional
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah