SuaraJogja.id - Satlantas Polresta Yogyakarta masih menunggu mekanisme aturan ganjil-genap yang akan diterapkan di destinasi wisata Kota Jogja. Pihaknya masih akan menunggu kebijakan dari Ditlantas Polda DIY.
"Teknisnya kami masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari Ditlantas Polda DIY," kata Kasatlantas Polresta Yogyakarta, Kompol Chandra Lulus Widiantoro dihubungi wartawan, Jumat (17/9/2021).
Meski akan menunggu arahan dari Polda, Chandra sudah menyiapkan sejumlah teknis yang akan diterapkan. Pihaknya akan melakukan seperti penyekatan yang sebelumnya dilakukan di pintu masuk Jogja.
"Namun kurang lebih nanti penerapannya sama dengan pola penyekatan saat PPKM kemarin. Di tanggal genap kendaraan yang masuk hanya plat genap begitu sebaliknya," terang Chandra.
Dari tiga destinasi wisata uji coba yang dilakukan pemerintah di DIY salah satunya terdapat di Kota Jogja yakni kebun binatang Gembira Loka (GL Zoo). Hal ini sesuai dengan aturan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42/2021 Tentang PPKM Level 2, level 3 dan level 4 di Jawa-Bali.
"Untuk titik penerapan ganjil genap sesuai rakor eksternal kemarin ditetapkan di GL Zoo," ujarnya.
Diwawancarai terpisah, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan bahwa penerapan ganjil genap cukup sulit dilakukan di Jogja. Hal itu mengingat sebanyak 16 pintu masuk di Jogja terbuka untuk semua orang.
"Ini kan lebih rumit memang ketika di lapangan. Maka saya bilang efektivitasnya harus kita perhitungkan," ungkap dia.
Dengan demikian, pihaknya berharap ada langkah bersama yang dilakukan Pemkab se-DIY agar aturan tersebut bisa mengurangi penularan Covid-19 saat wisatawan datang. Pihaknya meminta agar kabupaten lain melakukan screening di pintu masuk wilayah mereka.
Baca Juga: Akhir September, Denpasar dan Badung Akan Terapkan Rekayasa Kendaraan Ganjil-Genap
"Makanya saya meminta agar kabupaten lain melakukan screening ke wisatawan yang masuk, supaya kita mampu menyeleksi betul orang yang sampai itu benar telah lengkap baik vaksinasi dan swab negatif. Jadi tidak mudah memang soal ganjil genap. Orang kota sendiri pun akan susah lagi nanti," terang Heroe.
Berita Terkait
-
Akhir September, Denpasar dan Badung Akan Terapkan Rekayasa Kendaraan Ganjil-Genap
-
Aturan Ganjil Genap di Objek Wisata, Pengelola Gembira Loka Zoo Pasrah Pengunjung Sedikit
-
Terhalang Masuk Ancol karena Ganjil Genap, Pengelola: Bisa Reschedule Waktu Kunjungan
-
Nekat Masuk Ancol, Petugas Putar Balik Puluhan Kendaraan karena Langgar Aturan Gage
-
Aturan Ganjil Genap Berlaku di Hutan Pinus Mangunan, Berpotensi Kurangi Jumlah Wisatawan
Terpopuler
- Jari Buntung Usai Caesar di RS Islam Pondok Kopi, Pasien BPJS Tolak Kompensasi Rp275 Juta
- Driver Ojol yang Dilindas Rantis Polisi di Pejompongan Tewas!
- FC Twente Suntik Mati Karier Mees Hilgers: Dikasih 2 Pilihan Sulit
- Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Bernama Affan Kurniawan
- Innalillahi! Pengemudi Ojol yang Dilindas Mobil Rantis Brimob Meninggal Dunia
Pilihan
-
Gedung DPRD NTB Dibakar, Komputer Hingga Kursinya Dijarah
-
Aksi Demo Polisi Tumpah di Bali, Ratusan Ojol dan Mahasiswa Geruduk Polda Bali
-
UPDATE: Daftar Demo di Semua Kota dan Kabupaten di Indonesia 25-30 Agustus 2025
-
Affan Kurniawan Dilindas Brimob, Raksasa Liga Prancis Suarakan Keadilan
-
Jurnalis Surabaya Jadi Korban Ricuh Demo di Depan Gedung Negara Grahadi
Terkini
-
Pakuwon Mall Jogja Tutup Operasional Imbas Demo, Kapan Buka Kembali?
-
Pasca Ricuh Jogja Memanggil: Kondisi Terkini di Sekitar Polda DIY, Jalanan Dibuka, Aparat Istirahat
-
Detik-Detik Demo Jogja jelang Pagi: Sejumlah Korban Tumbang, Alami Sesak Napas Akibat Gas Air Mata
-
Sultan Turun Tangan! Minta Pendemo Dibebaskan & Demo Jogja Harus Santun
-
Beda Gaya Demonstran Jogja, Kawal Mobil Sultan Saat Aksi Membara di Polda DIY