"Pegat" sendiri merupakan kata dalam bahasa Jawa yang artinya pisah. Seringkali "pegat" juga dipakai dalam bahasa sehari-hari dengan arti "putus hubungan" atau "cerai".
Di luar legenda, ada yang percaya pula bahwa ada makhluk gaib di Gunung Pegat yang tidak suka melihat pasangan bahagia. Ia dikenal dengan nama "Mbah Glondor". Sejumlah masyarakat percaya, dulu Mbah Glondor meninggal dalam kondisi sakit hati ditinggal pasangan dan hidup menduda hingga di ujung usia, sehingga ia bersumpah akan mengacaukan kebahagian setiap pasangan yang melintas di Gunung Pegat.
Tempat harimau jawa
Mungkin telinga warga Wonogiri, Klaten, Solo, bahkan Jogja, sudah akrab dengan mitos perceraian karena Gunung Pegat ini. Namun ternyata, masih ada satu lagi yang cuku membuat mata terbelaalak.
Baca Juga: Mitos Legendaris Orang Bantul, Pengantin Lewat Perempatan Palbapang Wajib Lempar Ayam
Warga sekitar meyakini, di Gunung Pegat terdapat hewan yang sebenarnya telah dinyatakan punah pada 1980 oleh International Union of Conservation for Nature (IUCN), yaitu harimau jawa. Juru Kunci Gunung Pegat, Suratno, kala itu pada 2018 silam, mengaku beberapa kali menjumpai harimau jawa.
Salah satu momen yang ia ingat adalah ketika melihat harimau bermain dengan tiga anaknya di kebun tebu. Menurut dia, macan di Gunung Pegat tinggal di tempat yang tinggi dan sulit dijangkau. Dulu, kata Suratno, sebelum ada jalan raya, harimau jawa sering lewat setiap malam.
Bahkan, katanya, ada puluhan ekor harimau jawa di Gunung Pegat, tetapi mereka tak pernah menyerang ternak warga dan hanya berburu hewan-hewan di hutan, contohnya kijang, kera, juga ikan di sungai. Ia menambahkan, harimau tak akan mengganggu jika manusia tak mulai mengganggu terlebih dahulu.
Dengan yakin, kepada Solopos.com, Suratno menyatakan bahwa harimau jawa belum punah dan kerap terlihat di area yang dinamakan Song Gogor, yang artinya "gua anak macan" atau "sarang macan".
Namun, pernyataan Suratno itu telah ditampik Suharman, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Tengah saat itu. Menurutnya, hewan yang disaksikan Surtano dan warga sekitar Gunung Pegat bukan harimau jawa, melainkan macan tutul jawa. Ia menegaskan bahwa harimau jawa sudah lama punah, seperti yang dinyatakan IUCN.
Baca Juga: Ke Candi Prambanan sama Pacar Bikin Putus Cinta? Berani Buktikan Mitos?
Berita Terkait
-
6 Kuliner Khas Wonogiri yang Bikin Lebaran Makin Spesial Bersama Keluarga
-
Dari Grebeg Syawal Hingga Bodo-Bodo: Intip Tradisi Lebaran Khas Wonogiri
-
Mahasiswa KKN UNDIP Latih UMKM Bulurejo Kelola Laba Pakai Pembukuan Efektif
-
Tekan Stunting di Wonogiri, Mahasiswa FK Undip Gelar Program Cegah Stunting
-
Program Sosialisasi KKN Undip di MTsN 4 Wonogiri: Bahaya Narkoba hingga Bijak Bermain Sosmed
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan