SuaraJogja.id - Peternak kambing peranakan ettawa (PE) di Padukuhan Sangkeh RT 41, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul membuat olahan susu kambing. Padahal sebelumnya kambing-kambing itu dipelihara untuk mengikuti kontes.
"Tapi karena pandemi ini jadi sudah enggak ada kontes kambing lagi, jadi diberdayakan untuk kambing perah," ujar Ketua Kelompok Peternak Kambing Menda Mukti, Yuni Kurniawan saat ditemui awak media di kediamannya, Jumat (24/9/2021).
Dikatakannya, kalau tidak ada kontes harga kambing stagnan. Harga kambing akan melejit bila menjuarai kontes dan dapat sertifikat.
"Kalau dapat juara dan sertifikat, itu ada nilai tambahnya. Untuk harga kambing PE yang menang kontes tidak ada harga standarnya," katanya.
Namun, lanjutnya, kambing kelas kontes berkualitas bagus harganya berkisar antara Rp20-30 juta untuk anakan kambing atau cempe. Cempe adalah sebutan anak kambing dalam Bahasa Jawa.
"Harganya bisa mencapai puluhan juta bagi kambing kontes yang kualitasnya bagus," paparnya.
Menurut pria yang juga anggota Reskrim Polsek Sanden itu, kambing yang menghasilkan susu ialah yang tidak diikutkan kontes. Pihaknya punya 30 ekor kambing saat ini.
"Susu yang diperas diolah menjadi susu segar dan kefir untuk pengobatan. Olahan kefir paling bagus kan dari susu kambing," terang dia
Dalam satu hari, ia memerah susu kambing setiap pagi dan sore. Pada pagi hari biasanya menghasilkan 1,5 liter susu.
Baca Juga: Berharap PPKM di Bantul Turun Level, Dispar Siap Buka Sejumlah Destinasi Wisata
"Saat sore hari susu yang diperah hasilnya satu liter. Jadi total sehari dari satu kambing bisa menghasilkan 2,5 liter susu," katanya.
Lantas, hasil susu yang sudah diperah dijual. Harga susu kambing murni dijual Rp25.000. Sedangkan untuk dijual dalam kemasan botol Rp10.000.
"Satu botol isinya 250 mililiter harganya Rp 10.000. Varian rasanya pun berbeda-beda seperti coklat, stroberi, durian, pisang, mangga, dan melon," paparnya.
Sejauh ini penjualan susu dilakukan secara online. Pembelinya rata-rata adalah warga Bantul.
Perawatan kambing perah, katanya, tidak terlalu rumit. Yang penting selalu memberi protein lengkap serta ada sentrat tiap pagi dan sore.
"Selain itu kambing juga dimandikan dan dikeramasi," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Gengsi Maksimal, Dompet Santai! 4 Mobil Bekas Harga Rp60 Jutaan yang Bikin Melongo
-
Tak Kenal Pelapor, Muhammadiyah Minta Pandji Lebih Cermat dan Cek-Ricek Materi Stand Up
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan
-
Raih 333 Medali di SEA Games 2025, Atlet Indonesia Diperkuat Literasi Keuangan