SuaraJogja.id - Isolasi terpadu (isoter) Covid-19 yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sleman nyaris kosong beberapa saat terakhir. Pada Rabu (5/10/2021) jumlah penghuni isoter Sleman hanya ada tiga orang, di beberapa isoter.
Kabid Pencegahan, Pengendalian, dan Penyakit Dinkes Sleman Novita Krisnaeni menjelaskan, penurunan penghuni isoter ini terjadi, mengingat kasus COVID-19 di Sleman juga mengalami penurunan.
"Sementara yang masih digunakan di Asrama Haji dan Gemawang," kata dia, Rabu (6/10/2021).
Bukan hanya di isoter, pasien penghuni RS Darurat Covid-19 Respati saat ini juga sudah nyaris kosong. Untuk itu, tenaga kesehatan yang sebelumnya telah direkrut Pemkab Sleman dan ditempatkan di sana akan dialihkan untuk pelayanan bidang lain, salah satunya imunisasi Covid-19.
Tidak demikian dengan nakes di Asrama Haji dan Rusunawa 'MBR' Gemawang, mereka masih dipertahankan untuk bekerja di isoter.
"Untuk efisiensi SDM di RS khusus Covid-19, maka nakes akan dimanfaatkan untuk vaksinasi maupun swab," terangnya.
Perihal waktu akan ditutupnya RS darurat ini masih menunggu keputusan Bupati Sleman. Namun dipastikan, RS ini tak menerima pasien umum.
Pasalnya, RS ini sejak awal diperuntukkan bagi pasien Covid-19. Sehingga pasien non Covid-19 bisa menerima pelayanan di RS lain. Terlebih mengingat, tiap RS di Sleman sudah memiliki tingkat BOR yang rendah.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga: 7 Calon Lurah Gagal Ikut Pemilihan Lurah di Sleman, Ini Penyebabnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais