Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora
Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:26 WIB
Arkeolog UGM, Inajati Adrisijanti memberi keterangan pada wartawan saat ditemui di Kantor Kedaulatan Rakyat, Kota Jogja, Rabu (20/10/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

"Pemerintah bisa membuat video pendek yang menggambarkan benteng termasuk Jogja zaman dahulu. Atau membuat miniatur yang nantinya bisa diketahui wisatawan saat berkunjung ke Keraton. Dalam ilmu kami ada rekonstruksi di atas kertas, jadi tidak direalisasikan," terang dia.

Seorang pengendara melintas di depan pembangunan Benteng Wetan Keraton Yogyakarta, Jalan Brigjend Katamso, Gondomanan, Kota Jogja, Rabu (13/11/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Dengan adanya miniatur atau maket berbentuk benteng itu, segaris dengan rencana Pemda dan Keraton jika ingin mengarahkan revitalisasi benteng ke pariwisata.

"Ketika mereka datang bisa mengetahui bentuk benteng seperti apa. Di sana juga diberi penjelasan. Wisata dan nilai edukasinya dapat sesuai uu Cagar Budaya itu," kata dia.

Baca Juga: Diisi Akademisi hingga Seniman, Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta Dikukuhkan

Load More