SuaraJogja.id - Objek wisata di Kabupaten Bantul dibolehkan untuk buka kembali. Ini dilakukan menyusul penurunan level PPKM di DIY menjadi level 2.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jabal Kelor, Rudi Harianto menuturkan, pembukaan objek wisata Puncak Sosok di Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret masih menunggu instruksi resmi dari Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul. Pihaknya pun mendapat surat edaran dari Polsek Pleret.
"Tadi ada edaran dari Polsek Pleret terkait dengan pembukaan objek wisata (obwis). Kami menunggu rekomendasi resmi dari Dispar," ujar Rudi kepada SuaraJogja.id, Rabu (20/10/2021).
Untuk bisa membuka tempat wisata ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Antara lain punya sertifikat kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE), protokol kesehatan, penambahan wastafel, hand sanitizer, alat pengecek suhu, dan diharuskan pembentukan satgas Covid-19 di obwis.
"Dari syarat-syarat itu yang belum ada hanya Satgas Covid-19 di level destinasi. Nanti kalau sudah ada informasi lebih lanjut kami akan segera bentuk timnya," katanya.
Nantinya satgas tersebut akan bertugas memantau penerapan protokol kesehatan baik pengunjung atau pengelola.
Ihwak kapasitas sebanyak 25 persen, maka Puncak Sosok kurang lebih bisa menampung 250 pengunjung. Jika tidak ada pandemi Covid-19, kapasitasnya sekitar 1.000 pengunjung.
"Ya kurang lebih bisa menerima kunjungan 250 orang," terangnya.
Ditanya tentang penggunaan barcode PeduliLindungi, menurutnya, malah akan jadi kendala. Sebab, di sana sulit mendapat jaringan internet.
Baca Juga: Tempat Wisata di Bantul Boleh Buka Lagi, Dispar Targetkan Mulai Operasi Jumat
"Di sana susah untuk dapat sinyal, yang penting protokol kesehatan dijalankan," ujar dia.
Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, akan banyak kelonggaran-kelonggaran yang diberikan kepada masyarakat. Termasuk pembukaan objek wisata yang sudah lama tutup kurang lebih empat bulan terakhir.
"Jadi kegiatan-kegiatan sosial maupun ekonomi bisa kembali normal. Untuk objek wisata boleh buka dengan kapasitas maksimal 25 persen," kata Halim pada Selasa (19/10/2021).
Pengelola wisata bisa kembali beroperasi meski belum memiliki sertifikat kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE). Menurutnya, CHSE adalah program jangka panjang.
"Objek wisata yang belum punya sertifikat CHSE tetap bisa beroperasi. CHSE itu kan untuk program jangka panjang kaitannya dengan pandemi Covid-19," terangnya.
Kala ditanya soal pembukaan pantai selatan, Pemkab Bantul sudah memberi lampu hijau. Artinya, bisa kembali dibuka tetapi dengan penegakan protokol kesehatan.
Berita Terkait
-
27 Objek Wisata di Gunungkidul yang Mulai Dibuka Seiring Penurunan Status PPKM ke Level 2
-
Pemkab Kulon Progo Intensif Benahi Prokes di Objek Wisata Jelang Pembukaan Terbatas
-
The Lodge Maribaya dan 4 Objek Wisata di Bandung Barat Diusulkan untuk Dibuka Lagi
-
Objek Wisata di Sleman Ramai Pengunjung, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Belum Boleh Masuk
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?