SuaraJogja.id - Sebanyak tujuh orang calon lurah yang akan maju Pemilihan Lurah (Pilur) 2021 Kabupaten Sleman resmi dinyatakan gagal ikut kontestasi.
Hal itu buntut turunnya keputusan Mahkamah Konstitusi, yang tidak membolehkan Pilur diikuti calon yang sudah pernah menjabat sebagai lurah selama tiga periode, baik berturut-turut maupun tidak.
Akibat, berlakunya keputusan MK tersebut ada dua kalurahan yang harus menunda pelaksanaan Pilur, yakni kalurahan Sumberarum (Kapanewon Moyudan) dan Selomartani (Kapanewon Kalasan).
Pasalnya, Pilur di dua kalurahan itu hanya diikuti dua orang calon, sehingga dua kalurahan ini akan menggelar Pilur gelombang ke-2.
Baca Juga: Gerak Cepat, Bupati Sleman Pastikan Temuan Kasus Covid-19 di Sekolah Sudah Ditangani
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menuturkan dalam waktu dekat tetap akan dibuka kembali pelaksanaan Pilur bagi dua kalurahan tersebut. Nantinya pelaksanaan Pilur lanjutan itu akan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Ya ini nanti gini, dua pilur itu tetap dilaksanakan nanti dengan gelombang baru. Sesuai dengan tentunya tahap-tahapan yang berlaku," kata Kustini kepada awak media, Sabtu (23/10/2021).
Kustini memastikan pelaksanaan Pilur bagi dua kalurahan tersebut tetap akan diselenggarakan pada tahun ini. Walaupun memang pelantikan bagi lurah yang terpilih di dua tempat itu tidak akan bersamaan dengan 33 kelurahan lainnya yang sudah lebih dahulu.
"Jadi harus selesai pada 2021 ini. Pelantikan tapi memang tidak sama untuk nantinya yang dua (kalurahan) ini. Arahan dari Menteri memang harus ada di tahun ini," ungkapnya.
Nantinya, kata Kustini, pelaksanaan Pilur bagi dua kalurahan tersebut akan tetap sesuai prosedur dan mekanisme yang ada. Mulai dari awal pendaftaran calon kembali hingga pelaksanaan pemilihan.
Namun Kustini memang belum menyebut secara pasti terkait dengan waktu pelaksanaan Pilur gelombang dua tersebut.
Baca Juga: Ratusan Staf Kalurahan Geruduk DPRD Gunungkidul Minta Kesetaraan Status dengan Pamong
"Tahun ini dua kali tahapan pilur yang kemarin sudah kan. Nah yang kemarin dua ini yang calonnya hanya satu itu diadakan kembali, walaupun dia sudah daftar diulangi kembali. Ketentuannya memang seperti itu," terangnya.
Berita Terkait
-
Dari Sekda ke Bupati: Harda Kiswaya dan Visi Sleman yang Maju dan Berkeadaban
-
Kolaborasi Kampus dan Petani: Gerakan Nasional Budidaya Anggur di Yogyakarta
-
Dari Jepara ke Sleman: Jejak Langkah Kustini Sri Purnomo, Srikandi Pertama di Puncak Kepemimpinan
-
Deklarasi Meriah Lima Partai, Gerindra, Golkar, PPP, PK! Harda Kiswaya Siap Lanjutkan Pengabdian sebagai Bupati Sleman
-
Inflasi Sukses Ditekan, Pemkab Sleman Kantongi TPID Award
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan