SuaraJogja.id - Menanggulangi sempitnya ruang parkir di Balai Kota Yogyakarta, Pemkot akan membangun tempat parkir vertikal. Pembangunan sendiri bernilai Rp2,5 miliar yang sudah dimulai pada awal Oktober lalu.
Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Fakhrul Nur Cahyanto mengatakan bahwa parkir vertikal akan menggunakan sistem hidrolik.
"Konsepnya seperti di tempat parkir RS PKU Muhammadiyah Jogja. Jadi kami khususkan untuk sepeda motor," ujar Fakhrul dihubungi wartawan, Senin (25/10/2021).
Ia menjelaskan memang parkir bagi pegawai pemerintah di Balai Kota dan pengunjung sudah cukup sesak. Sehingga tempat parkir ini dibangun agar memenuhi kebutuhan.
"Pertimbangan pembangunan itu kan sesuai kebutuhan, karena parkir untuk karyawan dan pengunjung itu sudah sangat mendesak ya. Jadi ada alternatif dengan skema vertikal lahan yang dibutuhkan itu kan lebih sedikit dan kalau memang dianggap berhasil nanti akan dilanjutkan," kata dia.
Tempat parkir senilai Rp2,5 miliar ini dibangun seluar 6,5x8,5 meter. Berbentuk vertikal, akan ada enam lantai yang tinggi per lantainya 1,5 meter.
Total ketinggian sendiri lebih kurang 12 meter. Untuk kapasitasnya, bisa menampung sekitar 200 motor.
"Sistemnya pakai semacam hidrolik, ada lift di tengah dan nanti di bagian depan ada ruang transisi jadi motor akan parkir di depan dan petugas akan memasukkan ke lokasi parkir, misalnya lantai satu penuh jadi ke lantai dua, dan seterusnya. Di tengah juga ada semacam void (ruang terbuka) yang berguna untuk naik turunnya lift," jelas Fakhrul.
Target pembangunan sendiri, kata dia akan selesai sebelum tahun baru 2022.
Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Gelar Swab Acak di Malioboro Sore Hari, Ini Alasannya
Ketika bangunan parkir selesai, konsep parkir vertikal ini bisa diaplikasikan di sekitar destinasi wisata dan juga tempat keramaian yang sulit memarkirkan kendaraan.
"Di Balai Kota ini pilot project. Jika nanti berhasil bisa diterapkan mungkin seperti Malioboro atau destinasi wisata lain. Karena untuk tanah sendiri kan berat jika harus membeli, jadi dengan lahan kecil dimanfaatkan untuk parkir secara vertikal," kata dia.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta, Wasesa mengatakan setelah bangunan parkir jadi, pihaknya akan menyerahkan ke Pemkot Yogyakarta. Nantinya Pemkot yang mengelola penuh parkir vertikal ini.
Berita Terkait
-
Naik Mobil Bergambar Tengkorak, Wali Kota Solo Gibran Kunjungi Balai Kota Yogyakarta
-
Kunjungi Balai Kota Yogyakarta, Wali Kota Solo Gibran Naiki Mobil Bergambar Tengkorak
-
Dua Pekan Beroperasi di Balai Kota Yogyakarta, Mobil Vaksin Imunisasi 50 Orang Per Hari
-
Dua Hari Balai Kota Yogyakarta Jadi Kawasan Wajib Vaksin, Ini Evaluasinya
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan