SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman merilis laporan interim perilaku protokol kesehatan warga Kabupaten Sleman, Selasa (26/10/2021).
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengungkapkan, laporan interim itu disusun berdasarkan uji yang dianalisis dari sebanyak 628 responden.
Dengan tingkat kepatuhan dalam kategori patuh dan sangat patuh, diketahui bahwa ada 95,7% responden memakai masker dengan benar. Sebanyak 93,3% patuh dan sangat patuh mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer.
Selanjutnya ada 89,5% patuh dan sangat patuh untuk menjauhi kerumunan, kemudian 87,1% patuh dan sangat patuh untuk mengurangi mobilitas.
"Menjaga jarak ketika di luar rumah sebesar 84,1%," kata Cahya, Selasa (26/10/2021).
Melihat kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Sleman terus mempromosikan agar masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan. Demikian juga dengan Gugus Tugas Covid-19, diminta untuk menyosialisasikannya pula.
"Kami juga terus gencar jemput bola vaksinasi Covid-19, termasuk kepada lansia. Karena vaksinasi bisa memperlambat munculnya ledakan kasus gelombang ketiga," ujarnya.
Hingga saat ini, capaian vaksinasi di Kabupaten Sleman saat ini mencapai 85,5% untuk dosis pertama dan 65,5% untuk vaksinasi dosis ke-2. Sementara itu, vaksinasi dosis ke-3 atau booster untuk tenaga kesehatan sudah 104,8%.
Meskipun demikian, Cahya meminta seluruh pihak tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena vaksinasi dan protokol kesehatan yang dilakukan bersama-sama dapat mengurangi potensi penularan kasus Covid-19.
Baca Juga: Cabut Stiker Jaga Jarak, Arab Saudi Mulai Longgarkan Prokes Covid-19 di Mekkah
"Bisa dibilang saat ini herd immunity di Kabupaten Sleman telah tercapai. Kalau menerapkan prokes, sebetulnya sudah aman," sebut Plt Direktur RSUD Sleman ini.
Level PPKM Sleman Bisa Turun Tapi Bisa Naik Lagi
Cahya Purnama mengaku, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian saat memperkirakan potensi berubahnya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sleman.
Di masa transisi seperti sekarang, penting bagi seluruh pihak dapat mengawal betul penerapan prokes di lapangan.
"Kalau tidak dikawal masyarakat, akan sangat sulit menuju level I. Karena level I itu sudah seperti [situasi] normal," ucap Cahya.
Dinkes Sleman punya keinginan dan upaya agar PPKM di bumi sembada bisa turun ke level I. Tak lain agar aktivitas perekonomian kembali normal dan bertumbuh.
Berita Terkait
-
Gelar Uji Usap Antigen Acak, Dinkes Sleman Temukan Satu Siswa di Sleman Positif Covid-19
-
PPKM Turun Level, Dinkes Sleman: Boleh Kumpul-kumpul Asalkan....
-
8 Kapanewon Catat Nol Kasus, Dinkes Sleman Tetap Tekankan Waspada Gelombang Ke-3 Covid-19
-
Bersiap Hadapi Gelombang Ke-3 Covid-19, Dinkes Sleman Minta Masyarakat Tak Kendor Prokes
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ASN Jogja Jangan Coba-coba Keluyuran Saat WFH, Absen Kini Dipelototi Pakai GPS!
-
Awas! Balita Paling Rentan, Dinkes Kota Jogja Catat 110 Kasus Pneumonia Awal 2026
-
Jangan Lewatkan! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Segera Dibagikan ke Pemegang Saham
-
Hujan Deras dan Jalan Licin, Mahasiswa di Sleman Alami Kecelakaan Tunggal hingga Masuk Jurang
-
Segini Biaya Kuliah Teknik UGM 2026, Bisa Tembus Rp30 Juta Lebih! Ini 7 Faktanya