"Situasi di Rumah Sakit sudah pulih, tetapi perekonomian kan lambat. Kami juga ingin perekonomian ikut pulih," terangnya.
Ia menjelaskan, pasien COVID-19 dengan gejala berat yang datang ke rumah sakit saat ini sudah jauh berkurang. Lebih banyak pasien COVID-19 datang bergejala ringan.
"Hal ini dimungkinkan efek vaksin yang sudah mulai bekerja untuk menghambat gejala COVID-19 berat," ucapnya.
Untuk pasien yang dirawat di isolasi terpadu, hanya ada sebanyak enam orang. Empat orang pasien di Asrama Haji dan dua orang di rusunawa 'MBR' Gemawang.
Menurut Cahya, selain vaksinasi dan protokol kesehatan, pendatang dari luar yang datang ke Sleman serta pekerja migran perlu pula jadi perhatian.
"Meskipun saat ini sudah ada penyekatan di wilayah perbatasan. Tapi untuk kendaraan pribadi, terkadang masih bisa lolos dari penyekatan," sesalnya.
Skrining di Mal Harus Ketat!
Dinkes Sleman meminta, mal dan fasilitas publik yang menggunakan kode batang aplikasi Pedulilindungi dapat ketat menerapkan skrining.
Ketika dijumpai pengunjung dengan indikator status Covid-19 berwarna merah dan hitam, pengelola menindaklanjuti dengan tidak membolehkan mereka masuk ke fasilitas publik serta berkoordinasi dengan Satgas setempat.
Baca Juga: Cabut Stiker Jaga Jarak, Arab Saudi Mulai Longgarkan Prokes Covid-19 di Mekkah
"Jangan hanya diukur suhu tubuhnya, kalau ketemu yang panas tinggi lalu diminta kembali. Tapi dikoordinasikan dengan Satgas, agar bisa dibawa ke isoter," urainya.
Satgas tingkat kalurahan tak kalah diminta waspada. Ketika ada warga di wilayahnya terkena Covid-19, jangan sampai pasien tersebut beraktivitas begitu saja laiknya orang sehat biasa.
"Ditangani, misalnya ada satu saja kasus positif, jangan sampai lolos. Dan orang tanpa gejala jangan sampai lepas ke tengah masyarakat," tandas dia.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Gelar Uji Usap Antigen Acak, Dinkes Sleman Temukan Satu Siswa di Sleman Positif Covid-19
-
PPKM Turun Level, Dinkes Sleman: Boleh Kumpul-kumpul Asalkan....
-
8 Kapanewon Catat Nol Kasus, Dinkes Sleman Tetap Tekankan Waspada Gelombang Ke-3 Covid-19
-
Bersiap Hadapi Gelombang Ke-3 Covid-19, Dinkes Sleman Minta Masyarakat Tak Kendor Prokes
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah