SuaraJogja.id - Pria berinisial HNE (21) harus berurusan dengan jajaran Polres Sleman setelah nekat menyebar foto setengah bugil hasil tangkapan layar dari perempuan idamannya. Hal itu nekat dilakukan setelah pelaku merasa kesal akibat selalu diabaikan.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Prasadana menjelaskan, kasus tersebut berawal ketika pelaku menghubungi korban dengan panggilan video. Dalam kesempatan itu korban dipaksa dan diancam untuk membuka sebagian bajunya.
"Jadi modus pelaku menghubungi korban dengan video call. Lalu mengancam korban membuka baju kemudian di screenshot dan dijadikan status WhatsApp oleh pelaku," kata Rony kepada awak media saat rilis kasus di Mapolres Sleman, Selasa (26/10/2021).
Rony menuturkan bahwa korban itu merupakan tetangga dekat dari pelaku. Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan, pelaku mengaku kesal dengan korban karena selalu diabaikan ketika dihubungi.
"Motifnya pelaku menghubungi korban berkali-kali tapi tidak direspon oleh korban. Ditolak. Intinya tidak direspon lah," ungkapnya.
Korban yang diketahui masih berusia 13 tahun tahun itu, kata Rony diancam oleh pelaku. Sehingga akhirnya mau untuk menuruti permintaan pelaku.
Kasus ini berhasil diungkap ketika korban diberitahu saksi lain bahwa ternyata pelaku telah mengunggah fotonya sebagai status WA. Selanjutnya pelaku langsung diamankan warga dan diserahkan ke Polres Sleman untuk tindakan lebih lanjut.
"Jadi korban mengetahui screenshot foto wajah korban dengan setengah telanjang yang disebar oleh pelaku melalui status WhatsApp pelaku dan korban mengetahui status tersebut dari para saksi. Penangkapan penanganan pelaku diamankan masyarakat diserahkan ke Polres Sleman," terangnya.
Adapun sejumlah barang bukti yang amankan berupa HP dan bukti screenshot yang bersangkutan.
Baca Juga: Berawal Dari Iming-iming Pekerjaan, Pria di Sleman Cabuli ABG Sesama Jenis
Atas perbuatan ini, pelaku dikenakan pasal 45 undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE Jo pasal 27 ayat 1 undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 12 tahun.
Berita Terkait
-
Berawal Dari Iming-iming Pekerjaan, Pria di Sleman Cabuli ABG Sesama Jenis
-
Pria Asal Bantul Tega Perkosa Anak Pacarnya, Ancam Bunuh Korban jika Diadukan
-
Pelaku Tabrak Lari di Moyudan Jadi Tersangka, Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara
-
Sempat Kabur Naik Bus, Polisi Berhasil Amankan Pelaku Tabrak Lari di Moyudan
-
Diimingi Bantuan Covid-19, Ibu-Ibu di Sumut Tertipu Usai Kirim Foto Bugil
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Terungkap! 5 Fakta Mengerikan Kasus Kekerasan Berantai di Daycare Little Aresha Jogja
-
Neraka Berkedok Daycare di Jogja: Bayi Diikat, Lapar, dan Pulang Bawa Luka
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Bakal Sweeping Daycare Tak Berizin
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo