Scroll untuk membaca artikel
Eleonora PEW
Selasa, 09 November 2021 | 18:23 WIB
Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta masyarakat agar tidak ngeyel dan abai, terutama saat mengikuti kegiatan yang melibatkan orang dalam jumlah banyak.

"Selalu saya sampaikan, waspada. Baik itu di acara takziah atau hajatan dan lainnya. Jangan sampai karena kita bersimpati, justru membuat level PPKM di Sleman naik lagi," kata dia, Selasa (9/11/2021).

Kustini menuturkan, kasus tersebut bermula dari kegiatan takziah yang kemudian berkembang ke SMK N 1 Sedayu.

"Dari hasil tracing yang dilakukan ke beberapa siswa asal Sleman, berkembang menjadi 69 orang yang kemudian terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya.

Baca Juga: Akui Mulai Kendor sejak PPKM Level 2, Bupati Sleman Imbau Perketat Prokes

Selanjutnya, kondisi ini ditindaklanjuti kembali dengan tracing yang hasilnya negatif. Lalu dilanjutkan dengan exit tes hingga dijumpai 75 orang positif.

"Dan semuanya OTG (orang tanpa gejala)," kata dia.

Kustini terus meminta Dinas Kesehatan Sleman untuk terus menelusuri kemungkinan penyebaran lain dari klaster tersebut agar tidak semakin meluas.

Ia pun cukup menyayangkan masih adanya penularan yang cukup massif, padahal sebelumnya kasus positif Covid-19 di Sleman menurun.

Kontributor : Uli Febriarni

Baca Juga: Klaster Takziah di Sedayu Meluas, Kasus COVID-19 DIY Tertinggi Nasional

Load More