SuaraJogja.id - Banyaknya kasus kematian akibat Covid-19 ikut menambah jumlah anak yang menjadi yatim, piatu, maupun yatim piatu. Dengan demikian, anak-anak tersebut kini menjadi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bantul Sulastri menyampaikan, pihaknya menyisir anak-anak tersebut yang ditinggalkan oleh keluarganya akibat pandemi Covid-19. Contoh jika ayah atau ibunya meninggal karena Covid-19 maka diberi santunan.
"Kami lakukan penyisiran siapa saja yang jadi anak yatim, piatu, ataupun yatim piatu untuk diberi bantuan dan santunan," ucap Sulastri pada Kamis (11/11/2021).
Apabila anak-anaknya terpapar Covid-19 juga akan mendapat santunan.
Perihal anak yang jadi yatim piatu dan tidak punya tempat tinggal, dia akan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Bantul guna melakukan asesmen. Kemudian akan dicarikan panti-panti dan pondok yang bisa menampung mereka.
"Kalau harus benar-benar asesmen kami menghubungi panti-panti dan pondok. Kemudian apabila tidak ada tempat tinggal akan diberi pendampingan ke tempat yang layak untuk mereka tinggal," katanya.
Ihwal jaminan sosial yang dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), katanya, itu belum terealisasi. Sebab, hingga saat ini pihaknya masih mengurusi tempat tinggal dan pangan.
"Karena yang diutamakan kebutuhan tempat untuk tinggal dan untuk makan," kata dia.
Di sisi lin, peran dari dokter-dokter serta donatur yang ada terus digalakkan. Itu untuk mencanangkan Bantul sebagai kabupaten yang akan mengentaskan kemiskinan, pendampingan perempuan, dan kabupaten layak anak.
Baca Juga: Kota Cirebon Kembali Catatkan Kasus Kematian akibat COVID-19
"Kami selalu bersinergi dan berdampingan dengan program pemerintah," terangnya.
Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pendataan terkait dengan persoalan itu masih dilakukan. Pasalnya, pihaknya terus menerima laporan-laporan dari masyarakat. Setelah datanya dirasa sudah terkumpul, Pemkab Bantul lantas akan memberikan sejumlah jaminan.
"Setelah diperoleh siapa saja anak yatim piatunya, kami tentukan jaminan sosialnya. Mereka harus tetap sekolah jangan sampai terhambat, mereka harus punya jaminan kesehatan dan jaminan hidup," tutur politisi PKB itu.
Halim menyebutkan setidaknya harus ada tiga jaminan untuk mereka yaitu jaminan hidup, pendidikan, dan kesehatan. Jaminan itu, katanya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.
"Pemerintah bertanggung jawab untuk jaminan-jaminan itu," katanya.
Berita Terkait
-
Kota Cirebon Kembali Catatkan Kasus Kematian akibat COVID-19
-
Rusia Catat Rekor Kematian Hingga 1.163 Per Hari Akibat Covid-19
-
Bikin Pilu, Ratusan Anak di Banyumas Jadi Yatim Piatu Gegara Covid-19
-
Ratusan Anak Kehilangan Orang Tua karena Covid-19, Baznas Yogyakarta Salurkan Bantuan
-
Nihil Angka Kematian Akibat Covid-19, Pasien Sembuh di DIY Tambah 56 Orang
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bahlil Rangkap Menteri dan Menko, Pengamat Sebut Prabowo Selamatkan Agenda Politik 2029
-
Resep Kuliner Tradisional Mulai Hilang, 45 Persen Warisan Gastronomi Indonesia Terancam Punah
-
Keluarga Eks-Napiter Terjebak Stigma, Deradikalisasi Dinilai Tak Cukup Sasar Pelaku
-
JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak
-
Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi