SuaraJogja.id - Kanwil Kemenkumham DIY bersama Lapas Pakem menyatakan telah berkomitmen untuk membenahi pelayanan kepada warga binaan permasyarakatan (WBP). Terutama menghilangkan segala bentuk penekanan yang menjurus kepada kekerasan dalam proses pembinaan WBP.
Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Budi Argap Situngkir menuturkan, komitmen itu sebenarnya telah ditunjukan oleh jawatannya sejak kasus ini muncul ke permukaan. Salah satunya dengan langsung menindaklanjuti laporan dugaan kasus penganiayaan itu ke Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.
"Memang itu menjadi perhatian kami makannya sehari setelah kami mendapat kritikan dari teman-teman kami langsung membuat aksi di Lapas Narkotika. Ini (kekerasan terhadap warga binaan) harus dicegah. Kami tetap komitmen terhadap penegakan peraturan baik buat petugas maupun warga binaan," kata Budi kepada awak media di kantornya, Kamis (11/11/2021).
Budi memastikan bahwa dengan adanya kasus ini, akan ada perubahan yang dilakukan dari sisi pelayanan. Seluruh petugas akan terus diberi edukasi, sehingga tidak terjadi kejadian serupa.
Sejauh ini, disampaikan Budi, jajaran Kanwil Kemenkumham DIY selalu hadir di Lapas Pakem untuk melakukan edukasi kepada para petugas yang ada di sana. Termasuk juga dengan pelayan-pelayan hukum yang akan turun tangan untuk melakukan pembinaan terhadap pegawai.
"Jadi ini harus seluruhnya kami upgrade kembali, mindset-nya harus lebih humanislah," tegasnya.
"Memang tadi teman-teman (pelapor) bilang bahwa rasanya terlampau tegang di Lapas Narkotika itu ya memang kami akui, makanya ini kami akan berubah menjadi lebih humanis," sambungnya.
Diakui Budi, sudah ada arah yang jelas terkait dengan perubahan tersebut. Namun harus tetap dipertahankan dan lebih dipastikan untuk melayani secara lebih humanis lagi.
Selain itu Kanwil Kemenkumham DIY memastikan tetap akan menindaklanjuti oknum petugas yang telah dilaporkan dan menjalani pemeriksaan. Walaupun memang masih diperlukan waktu untuk membuat kesimpulan terkait dugaan tindak penganiayaan di lapas tersebut.
Baca Juga: Kakanwil Kemenkumham DIY: Oknum Petugas Lapas Narkotika Sudah Akui Lakukan Kekerasan
"Jadi yang pasti kami tetap tindaklanjuti petugas-petugas yang dilaporkan oleh teman-teman. Sekarang juga banyak pemeriksaan-pemeriksaan (dari Ombudsman dan Komnas HAM) jadi kami mengalah dulu. Ini menjadi ajang perubahan yang kami buat terhadap Lapas Pakem," tandasnya.
Senada, Kalapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Cahyo Dewanto memastikan akan terus mengevaluasi kinerja para petugasnya. Sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga binaan.
"Jadi laporan daripada Vincent dkk ini merupakan koreksi bagi kami bahwa ternyata dalam penyelenggaraan pembinaan, pengawasan dan edukasi ini masih ada yang belum sempurna," ujar Cahyo.
"Kami berusaha untuk menjadikan Lapas Narkotika pelayanan yang sempurna tapi di sini menunjukkan tidak ada kesempurnaan dan ini suatu koreksi yang sangat membangun bagi kami bisa melaksanakan pembinaan rehabilitasi lebih baik lagi," tambahnya.
Berita Terkait
-
Kakanwil Kemenkumham DIY: Oknum Petugas Lapas Narkotika Sudah Akui Lakukan Kekerasan
-
Kanwil Kemenkumham Belum Temukan Tindakan Sadis di Lapas Pakem, Begini Kata Warga Binaan
-
Dalami Dugaan Penyiksaan di Lapas Narkotika, ORI DIY: Hasil Masih Sejalan dengan Pelapor
-
Selain Komnas HAM, Ombudsman juga Sudah Lakukan Investigasi ke Lapas Narkotika Pakem
-
Datangi Lapas Narkotika Pakem, Komnas HAM Selidiki Dugaan Penyiksaan Warga Binaan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat
-
Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC