Selain berisi produk UMKM, paket yang tersedia dalam jumlah terbatas ini sudah termasuk voucher makan minum di lokasi dan biaya parkir pengunjung. Ketentuan ini sebagai upaya untuk menjaga kapasitas pengunjung yang datang.
"Jadi aplikasi Visiting Jogja ini akan mengatur penonton yang mengunjungi secara offline. Mereka harus reservasi dan melakukan pembayaran yang akan dikonversikan ke dalam voucher free parking, makan, minum dan sebagainya," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo.
Dibatasi 1.000 Orang Pengunjung Offline
Dalam kesempatan ini, Dukuh Karang Tanjung, Sunarto mengakui memang penyelenggaraannya event Ngayogjazz tahun ini akan cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Terlebih dengan segala pembatasan-pembatasan yang diterapkan
Baca Juga: Ngejazz Tak Gentar, Cara Mengenang Djaduk Ferianto di Masa Pandemi
"Kami bersama dengan tim ngayogjazz sudah seperti keluarga sendiri karena ketiga kalinya ini dilaksanakan di Karang Tanjung. Mungkin kegiatan yang ketiga ini agak berbeda dengan tahun lalu dan berbeda sekali di tahun 2015," kata Sunarto.
Sunarto mengungkapkan jika pada tahun 2015 terdapat 25 ribu penonton yang bisa hadir menikmati gelaran musik jaz itu. Pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun 2019 lalu membuat gelaran Ngayogjazz 2021 harus dilakukan secara daring.
Sehingga benar-benar tidak ada pengunjung hadir pada saat itu. Terkecuali sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi terkait.
"Tahun 2021 seiring dengan berjalanan dan ada level PPKM yang turun sehingga koordinasi dengan dinas tentang kegiatan kepariwisataan ini. Jadi kegiatan di 2021 ini tetep online cuma ada penonton yang bisa hadir secara langsung dengan mendaftarkan lewat Visiting Jogja,"
"Reservasi itu bukan membayar, tapi untuk mencoba menggiatkan kembali UMKM di desa karena selama ini terdampak pandemi. Ngayogjazz itu tidak bayar (tiket)," ujarnya.
Baca Juga: Ngayogjazz 2020 Digelar Secara Daring
Terkait kapasitas orang yang dapat hadir secara offline, kata Sunarto setelah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait maka diputuskan hanya 25 persen saja. Tepatnya dari lokasi yang akan dijadikan venue nantinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo