SuaraJogja.id - General Manager Bandar Udara Adisutjipto Agus Pandu Purnama berencana akan menghidupkan kembali terminal A. Sekarang yang difungsikan sebagai tempat pemberangkatan ialah terminal B.
"Saya akan ada rencana pemindahan dari terminal B ke terminal A, ini sedang dikaji karena terminal kan A tidak difungsikan," ujarnya kepada SuaraJogja.id pada Rabu (8/12/2021).
Menurutnya, pemindahan terminal dilakukan karena kapasitas terminal A yang jauh lebih besar dibanding terminal B. Adapun luas terminal B sekitar 6.000 meter persegi, sedangkan terminal A sekitar 9.000 meter persegi.
"Jumlah penumpang yang bisa ditampung di terminal B per tahunnya mencapai 600 ribu orang. Untuk terminal A dalam setahun bisa menampung 1,2 juta penumpang," jelasnya.
Di sisi lain, ia melihat tingginya animo masyarakat untuk menggunakan Bandara Adisutjipto juga besar untuk memakai pesawat pesawat baling-baling tipe ATR yang berkapasitas kurang lebih 60 orang.
"Karena itulah ada rencana dalam pembahasan ini untuk menghidupkan kembali terminal A," ujarnya.
Dia menyampaikan, dengan adanya rute penerbangan dari Jogja menuju Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali semakin membuat Bandara Adisutjipto jadi pilihan masyarakat. Sehingga butuh terminal yang lebih luas.
"Jakarta sebanyak tiga kali menggunakan maskapai Citilink. Kemudian ada penambahan rute ke Surabaya menggunakan maskapai Wings Air sehari bisa tiga kali," terangnya.
Selain itu, dibukanya rute penerbangan langsung dengan rute Yogyakarta-Bali sejak 26 November 2021 turut mendongkrak jumlah calon penumpang. Penerbangan dengan rute tersebut dilayani pada pukul 07:50 WIB dan 15:40 WIB dengan maskapai Wings Air.
Baca Juga: Jelang Nataru, Penumpang Pesawat di Bandara Adisutjipto Meningkat Tajam
"Ada juga penambahan Wings Air ke Bandara Ngurah Rai di Bali dua penerbangan setiap hari. Ditambah satu kali ke Bandung, jadi meningkatnya jumlah penumpang ini karena ada penambahan rute," papar dia.
Berita Terkait
-
Jelang Nataru, Penumpang Pesawat di Bandara Adisutjipto Meningkat Tajam
-
Sudah Divaksin, Belasan Penumpang di Bandara Belanda Terpapar Omicron
-
Bandara Adisutjipto Resmi Kembali Layani Penerbangan Menuju Bali
-
Bandara Adisutjipto Kembali Layani Rute Yogyakarta-Bali, Ini Jadwal dan Ketentuannya
-
Check In Adalah Tahapan Krusial, Ini Artinya dalam Dunia Transportasi dan Fasilitas Publik
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
8 Fakta Dibalik Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah Yogyakarta
-
8 Fakta Pembacokan di Bantul: Pria Tewas Saat Tidur, Polisi Duga Pelaku Dua Orang
-
Dari Mangkrak Jadi Berkilau: Kisah Bangkitnya Hotel Mutiara Malioboro, Harapan Baru di Yogyakarta
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM