SuaraJogja.id - Pada tanggal 24 November 2021 lalu WHO mengemukakan adanya varian baru Covid-19 yang dikenal dengan virus Omicron. Di Indonesia sendiri Omicron sudah terkonfirmasi masuk pada Kamis (16/12/2021) kemarin setelah disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.
Menganggapi temuan Omicron tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati meminta masyarakat khususnya warga Bumi Binangun tidak perlu terlalu panik. Justru tidak hanya Omicron yang perlu diwaspadai tapi semua varian virus corona yang ada.
"Artinya omicron ini dalam situasi saat ini kita tidak perlu panik tapi bahwa memang Omicron itu masih bisa menularkan tidak hanya omicron tapi juga Delta dan lain sebagainya," kata Baning kepada awak media, Jumat (17/12/2021).
Kendati demikian, Baning senantiasa mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Termasuk dengan vaksinasi Covid-19 secara penuh atau dosis lengkap yakni dua kali.
"Dengan status vaksinasi yang sudah bagus lengkap dua kali, kemudian prokes yang baik, stamina yang baik, gizi yang cukup, harapannya meskipun itu (Omicron) mengenai kita maka kita dalam status tanpa gejala," tuturnya.
"Karena seperti diketahui sampai saat ini Covid-19 belum bisa dikendalikan artinya belum bisa dihilangkan tapi kita berusaha menjaga diri kita, untuk tidak terkena," sambungnya.
Ia menilai varian baru itu memang terdetaksi di laboratorium setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun ketika sudah masuk ke masyarakat varian apapun tetap akan beresiko tinggi jika yang terpapar pun punya komorbid dan sebagainya.
"Sebenarnya kalau saya bilang ya varian baru itu kan ada di laboratorium, kalau di masyarakat Covid-19 sama saja, resikonya sama saja kalau dalam kondisi yang resiko tinggi kemudian komorbid maka resiko kematiannya akan lebih tinggi," ujarnya.
Ditambahkan Baning, saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Kulon Progo hanya menyisakan 11 orang yang tengah menjalani isolasi. Dari total kasus sebanyak 22.255 dengan kesembuhan hingga 21.806 dan kasus meninggal dunia 438.
Baca Juga: Kulon Progo Bakal Lakukan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Sekolah, Ini Alasannya
Meskipun begitu, Satgas Covid-19 Kulon Progo memastikan tetap memposisikan sejumlah fasilitas layanan kesehatan penanganan Covid-19 dalam status stand by atau siaga. Hal itu sebagai antisipasi jika memang nantinya kasus Covid-19 kembali melonjak.
Namun dengan situasi sekarang dimana, kata Baning sudah ada penambahan bangsal dan sebagainya. Diharapkan jika ada kasus lagi cukup dengan menggunakan rumah sakit yang ada baik rumah sakit pemerintah atau swasta.
"Sampai sekarang kita masih dalam memposisikan stand by, kita tetap menyiagakan semuanya belum diubah masih siap di sana. Hanya sewaktu-waktu dibutuhkan itu nanti kita gerakkan lagi. Semua barang masih ada di sana kecuali yang memang harus kita simpan khusus ya, tapi kalau tabung oksigen masih di sana semua," pungkasnya.
Pakar Epidemiologi UGM, Riris Andono Ahmad menyatakan bahwa dari sisi pencegahan baik untuk Omicron atau varian virus corona apapun tetap sama saja. Hal itu disebabkan karena cara penularan pun juga masih sama.
"Sama saja (pencegahannya), artinya tidak ada yang baru dengan Covid-19, varian apapun, itu pencegahan masih tetap sama, karena cara penularan masih sama," kata Riris.
Menurutnya cara yang paling efektif untuk mencegah penularan berbagai varian Covid-19 adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Meskipun sudah menerima vaksinasi Covid-19 baik dosis pertama atau dosis penuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya
-
Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi