Dari Mall ke Mall Pakai Sepeda
Mendapatkan semangat dari orang-orang baik, akhirnya Suta dan istri terus mengikuti pameran fashion di sejumlah mall. Mencoba membuat nama brand sendiri dengan mengambil nama sang istri Farah, mereka pun mengajak penjahit dari Solo untuk membuatkan labelnya.
Tak punya kendaraan bermotor, pasutri ini membeli satu sepeda untuk membawa tumpukan dagangan baju untuk pameran dari satu mall ke mall lain. Apalagi di Yogyakarta tak ada angkot 24 jam laiknya Jakarta.
Mereka setiap pagi bersepeda pukul 07.00 WIB untuk bisa membuka lapak pameran pada pukul 10.00 WIB. Karena tak tahu rute jalan di kota ini, mereka sempat memutar jalan untuk bisa sampai di tempat pameran.
Baca Juga: Libur Natal Target Okupansi Hotel Meleset, PHRI DIY: Kita Belum Baik-baik Saja
Namun dengan beratnya beban bawaan, sepeda miliknya pun tiba-tiba rusak. Ban belakang sepedanya meleyot dan tak bisa jalan.
"Akhirnya setelah diperbaiki, saya membeli satu sepeda lagi untuk istri saya. Ini kami lakukan terus sampai akhirnya bisa membuka toko sendiri pada 2017 di daerah kledokan. Berkat bersepeda setiap hari, kami berdua jadi sehat dan punya keturunan, padahal sebelumnya kami didiagnosa susah punya anak," jelasnya.
Dirikan Farah Button
Bisnis Farah Button pun semakin berkembang. Meski sempat ditipu klien dan difitnah pesaing bisnisnya, retail fashion Suta semakin banyak diminati masyarakat.
Suta yang mendesain sendiri labelnya menjadikan Farah sebagai inspirasi desain bajunya. Ternyata desain baju banyak diterima masyarakat dan selalu repeat order. Satu model baju bisa tiga kali produksi setiap bulannya.
Baca Juga: Pagi Cerah, Sebagian Wilayah DIY Berpotensi Hujan pada Siang hingga Sore Hari
Memberanikan diri membuka gerai di mall, Suta pun membranding nama Farah Button sebagai label berkelas atas dengan harga yang ramah di kantong. Customer pun semakin melirik produk tersebut hingga akhirnya Suta berhasil membuka tujuh gerai di semua mall di Yogyakarta serta mall lain di Bekasi.
Berita Terkait
-
Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Mudik Lebaran Gunakan Kereta pada Minggu H+6
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Stasiun Jogja Diserbu Pemudik: Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Besok!
-
Peringatan Dini Tsunami di Underpass Bandara YIA, BNPB: Supaya Masyarakat Waspada, Bukan Menakuti
-
Daftar Lokasi ATM Pecahan Uang Rp20 Ribu di Jakarta dan Yogyakarta
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan