SuaraJogja.id - Pergantian tahun baru 2022, Sabtu (1/1/2022) dini hari di Jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer dipadati wisatawan dan masyarakat. Meski Pemkot dan Pemda DIY tidak merayakan dengan pesta kembang api atau event tertentu, sejumlah masyarakat tetap nekat menyulut kembang api.
Satpol PP DIY juga mengamankan sejumlah kembang api dan salah satu warga yang menyalakan kembang api. Warga tersebut akan dipanggil ke kantor Satpol PP DIY.
"Ada yang kita amankan kemarin itu. Satu orang kita amankan termasuk beberapa kembang api yang kita sita dan bawa ke posko juga. Kami amankan karena menyalakan kembang api di depan kantor DPRD DIY (Jalan Malioboro)," ujar Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad dihubungi wartawan, Sabtu (1/1/2022).
Ia menjelaskan bahwa identitas orang tersebut sudah disita. Selanjutnya akan dipanggil ke kantor setempat untuk diberikan pembinaan.
"Kami amankan dan senin kami minta datang ke kantor. KTP sudah kita amankan," katanya.
Selain itu, Noviar juga membenarkan banyak masyarakat yang menyalakan kembang api. Hal itu menurut Noviar telah di luar kendali pihaknya.
"Sehingga di luar kendali kita seperti itu. Massanya terlalu banyak dengan kondisi tidak bisa diurai," ujar dia.
Noviar menjelaskan bahwa kondisi Malioboro pada malam pergantian tahun 2022 tak bisa dibendung. Akibatnya setiap ruas jalan dipadati masyarakat hingga membuat akses kendaraan terhambat.
Mengevaluasi padatnya Malioboro saat malam tahun baru, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta tidak menampik bahwa pihaknya kesulitan mengatasi. Sebanyak 400 personilnya pun diarahkan untuk mengimbau prokes seperti memberikan masker.
Baca Juga: Pengadaan Kendaraan Operasional Satpol PP DIY Viral, Dibeli Pakai Danais
"Yang kami tekankan prokes yang utama masker. Karena kalau kerumunan sudah susah untuk diatasi, jadi masker kita tekankan betul. Teman-teman yang bertugas dari Tugu sampai titik Nol Kilometer memang kita bekali masker dan menekankan masker harus dipakai, kalau bisa dobel," kata Agus.
Kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker menurut Agus, kurang. Dari beberapa orang yang ditegur, mereka sebenarnya membawa masker, namun banyak di antara mereka enggan memakai.
"Termasuk yang seputaran tugu ke selatan itu kan ini kita imbau dengan mobil edukasi dengan pengeras suara untuk tetap kita tekankan untuk masker," jelasnya.
Hal ini menjadi evaluasi pada tahun 2022 mendatang. Penggunaan masker nantinya harus lebih disiplin. Selain itu pihaknya juga berharap jika kondisi Covid-19 sudah lebih landai, kedisiplinan menjaga diri tetap dijaga.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!