Ditanya mengenai pandangan masyarakat tentang kesehatan reproduksi sendiri, kata Hesti, dari berbagai kegiatan diskusi yang telah dilakukan tidak lagi terlalu kuat pandangan tabu soal itu. Masyarakat sekarang dinilai sudah lebih bisa mulai terbuka dengan tema-tema pembahasan kesehatan reproduksi.
Kondisi saat ini berbeda dengan dalam beberapa tahun yang lalu. Saat ini pertemuan-pertemuan di sekolah pun yang membahas kesehatan reproduksi sudah sering dilakukan.
Sekarang, kata Hesti, pada sektor pendidikan bahkan sudah mulai ada inisiatif tersendiri dalam lebih membahas kesehatan reproduksi ini. Salah satunya dengan membuat buku pedoman bagi guru terkait pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja di tingkat SMK.
"Jadi itukan sudah mulai terbuka ya, sudah mulai terbuka tidak tabu sekali seperti itu. Tetapi memang mungkin masih ada kegamangan dari orang tua untuk menjelaskan masalah kesehatan reproduksi pada anak," terangnya.
Baca Juga: Soroti Kerusakan di Jalan Perwakilan, Forpi Jogja Minta OPD Awasi Parkir di Lokasi Setempat
Hesti menyoroti peran pendampingan orang tua atau bahkan guru terhadap anak-anak khususnya untuk seputar masalah kesehatan reproduksi. Termasuk dengan cara menghadapi rasa penasaran dari anak yang tak jarang membuat orang tua bingung.
Pendampingan secara maksimal dari orang tua kepada keingintahuan anak itu diperlukan agar anak juga tidak sembarangan dalam menyaring informasi yang masuk. Terlebih di era digital saat ini yang membuat mudahnya masyarakat mengakese internet.
"Kira-kira jawabnya apa kalau ditanya tentang pacaran, ciuman seperti itu, mungkin kan rasanya 'ih gimana ya', saya bilang kalau bapak ibu tidak menjawab anaknya nanti tanya kemana. kalau sekarang tanya ke mbah google, itu kan malah lebih bahaya lagi. Nah saya membuka wawasan para orang tua juga para pendidik supaya ayolah kita tangkap anak-anak yang sedang dalam masa keingintahuan yang besar ini," ajaknya.
Jika pun orang tua tidak tahu jawabannya, lanjut Hesti orang tua tetap diharap bisa mendampingi anaknya. Baik dengan cara menanyakan orang lain yang lebih paham atau ikut aktif terlibat dengan anak dalam mencari informasi itu.
Sikap dari orang tua itu akan membuat anak kemudian merasa aman dan nyaman. Sehingga anak juga akan bisa lebih terbuka dengan tema-tema pembahasan khususnya terkait kesehatan reproduksi.
Baca Juga: Capaian Vaksin Anak 81,5 Persen, Dinkes Jogja Targetkan Dosis 2 Selesai Februari
"Sehingga anak merasa aman dan menganggap orang tua sebagai tempat yang bisa diajak untuk berdiskusi atau bertanya, menganggap masa-masa remaja itu sebagai teman gitu. Itu merasa lebih aman. Pendampingan orang tua itu sangat penting karena keluarga tadi yang pertama dan utama," tegasnya.
Berita Terkait
-
Pulang dari RS, Momen Zaskia Gotik Gendong Anak Seorang Diri Diomongin
-
Zaskia Gotik Tinggalkan Rumah Sakit Usai Melahirkan Anak Ketiga: Perjuangan Luar Biasa
-
7 Potret Zaskia Gotik Melahirkan Anak Ketiga, Namanya Bernuansa Idul Fitri
-
Sirajuddin Mahmud Beberkan Kondisi Zaskia Gotik Usai Lahiran Anak Ketiga
-
Nama Anak Ketiga Zaskia Gotik Dibocorkan Dokter, Inisialnya A
Tag
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan