SuaraJogja.id - PERINGATAN: Isi dari artikel ini dapat memicu trauma, khususnya bagi para penyintas kekerasan seksual. Beristirahatlah sejenak saat anda merasa tidak nyaman saat membaca artikel ini dan segera hubungi layanan konseling psikologis apabila memiliki tendensi membahayakan keselamatan diri sendiri.
Raut mukanya seketika berubah masam. Lidahnya kelu untuk beberapa saat ketika peristiwa buruk yang sempat rapat-rapat ditutup diingatnya kembali. Dengan kalimat yang kadang berantakan, Andini berusaha menjelaskan perihal kekerasan seksual yang pernah dialami.
"Aku sendiri, aku berdua saja dengan temanku. Aku tidak punya massa," ucapnya di tengah obrolan bersama Tim Kolaborasi Liputan Kekerasan Seksual di Indekos, Sabtu (4/12/2021).
Perempuan yang terdaftar sebagai mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta tersebut mengaku kekerasan seksual yang menimpanya terjadi sekitar tahun 2019 lalu. Peristiwa mengerikan itu terjadi bermula ketika ia mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan yang berlangsung hingga larut malam.
Lantaran kemalaman dan kunci kos dibawa sang kakak, Joni yang merupakan ketua organisasi tempat Andini berkegiatan berinisiatif menawari untuk singgah ke kosnya di kawasan Karangmalang sambil menunggu kabar dari kakaknya.
Andini menerima tawaran itu. Namun hingga beberapa lama sang kakak urung memberi kabar. Andini pun tertidur di ruang tamu kosan Joni.
Sebelum memasuki subuh, Joni meminta Andini tidur di kamarnya berdalih tidur di luar banyak nyamuk. Andini yang terlanjur dilanda kantuk menerima tawaran itu, terlebih sampai di kamar, ada teman lain yang berada di sana.
Di tengah tidurnya, dalam kondisi setengah sadar, Andini sempat terbangun dan melihat tubuh terduga pelaku berada di atas tubuhnya. Sejak malam itu, ia berupaya menghindari seniornya itu.
Namun berselang beberapa hari kemudian, Joni mencoba menjalin interaksi lagi dengannya menggunakan modus mengajak Andini mengembalikan sejumlah perlengkapan organisasi yang selesai dipinjam ke suatu tempat.
Baca Juga: Anak Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandungnya di Balikpapan Diberi Pendampingan Psikolog
Frasa 'demi organisasi' berkecamuk dalam batinnya dan membuat Andini tak enak hati menolak. Suatu siang Andini ikut dan diajak ke sebuah indekos di kawasan Nologaten. Kosan itu berada di sebuah gang yang sepi, hanya ada deretan motor, namun tak ada seorangpun sejauh ia memandang. Joni kemudian masuk ke sebuah kamar. Sementara Andini memilih tetap berada di luar.
"Dia narik masuk kamar. Dia kunci pintu terus maksa aku. Aku takut, aku kepikiran yang kemarin [peristiwa sebelumnya]," ucapnya.
Andini mengaku sempat terjatuh di kasur dan terduga pelaku menahan tubuhnya hingga ia tak mampu bergerak. Andini yang saat itu hanya bisa menangis dan tak punya kekuatan kemudian berkilah ia sedang mengalami menstruasi hari itu.
"Dia malah maksa tetap melakukan itu," terang Andini.
Saat itu Andini hanya terus berkata tidak dan seketika tubuhnya kaku. Fisiknya tak mampu melawan.
"Aku merasa dibohongi, dia bilangnya keperluan organisasi, tapi itu jahat banget," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Korban Kekerasan Seksual, Trauma yang akan Dibawa sampai Mati
-
Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Jaringan Kulon Progo Bergerak Dorong Semua Pihak Lakukan Langkah Konkrit
-
Dugaan Kekerasan Seksual, Appridzani Mahasiswa Pascasarjana UGM Dilaporkan ke Polda Jatim
-
Meski Prevalensi Kasus Kekerasan Seksual Menurun, Menteri PPPA Tegaskan RUU TPKS Harus Tetap Disahkan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Kemesu Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?