SuaraJogja.id - Aktivitas Gunung Merapi masih terus berlangsung. Balai Penyelidikan danPengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat masih ada luncuran awan panas dan puluhan guguran lava dalam sepekan terakhir.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan aktivitas tersebut tercatat tepatnya pada periode 21-27 Januari 2022.
"Pada minggu ini teramati 2 kali awanpanas guguran ke arah barat daya, hulu Sungai Bebeng dengan jarak luncur 2.000 – 2.500 meter," kata Hanik dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/1/2022).
Tidak hanya wedus gembel saja yang keluar dari puncak Merapi dalam sepekan terakhir. Puluhan lava juga masih terus meluncur gunung api aktif tersebut.
"Guguran lava teramati sebanyak 30 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter," ungkapnya.
Dalam sepekan terakhir, kata Hanik, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.
Disampaikan Hanik, dalam pekan ini tidak teramati adanya perubahan morfologi secara signifikan di dua kubah lava yang ada. Baik itu kubah sektor barat daya maupun kubah lava sektor tengah.
"Masih hampir sama seperti minggu lalu, volume kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 3.007.000 meter kubik," tuturnya.
Hanik menuturkan bahwa intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Dengan dominasi dari kegempaan guguran yang mencapai 795 kali dalam sepekan terakhir ini.
Baca Juga: Gunung Merapi Alami 161 Kali Gempa Guguran, 6 Kali Muntahkan Lava Pijar
Terkait dengan deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini, kata Hanik menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,2 cm per hari.
Disampaikan Hanik, hujan beberapa kali juga sempat terjadi di puncak Merapi. Seperti yang terpantau di Pos Kaliurang pada tanggal 21 Januari 2022 kemarin yang mencatat intensitas curah hujan sebesar 99 mm/jam selama 225 menit.
"Akibat hujan itu dilaporkan adanya penambahan aliran pada Kali Boyong," terangnya.
Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan pemutakhiran data terbaru sekaligus evaluasi terkait aktivitas Gunung Merapi. Hasilnya terdapat perubahan rekomendasi bahaya yang ada di sisi selatan-barat daya.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa pemutakhiran rekomendasi bahaya ini dilakukam seiring dengan perkembangan aktivitas erupsi saat ini.
Perubahan rekomendasi bahaya itu ada di selatan-barat daya yang meliputi tiga alur sungai yang awalnya 5 kilometer menjadi 7 kilometer.
Tag
Berita Terkait
-
Zona Bahaya Erupsi Merapi Diperluas, BPBD Sleman: Permukiman Warga Masih Aman
-
Evaluasi Aktivitas Gunung Merapi, Badan Geologi Tambah Radius Bahaya di Sektor Barat Daya
-
Badan Geologi: Kubah Lava Gunung Merapi Tumbuh Hingga 10 Ribu Meter Kubik Per Hhari
-
Aktivitas Gunung Merapi, Awan Panas Guguran Meluncur ke Kali Bebeng
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Jangkau 60 Ribu Desa, 1,06 Juta BRILink Agen Dorong Literasi Keuangan Masyarakat
-
Sambut HUT ke-15, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Gelar Donor Darah: Perkuat Kepedulian Terhadap Sesama
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa