Tak hanya sepi, harga sapi juga langsung anjlok usai ada kabar antraks melanda Gunungkidul. Sapi-sapi besar yang diperdagangkan di pasar hewan siyono Harjo tersebut mengalami penurunan rata-rata antara Rp 1 juta hingga Rp2.000.000 per ekor
"Saya mulai merasakan harga sapi turun dua pekan yang lalu atau ketika kasus antraks di Kapanewon Gedangsari mencuat ke publik," ungkap dia.
Hal yang sama juga dirasakan Subari, pedagang ternak dari Karangmojo. Ia datang hanya sekedar memantau harga ternak. Di rumah ia masih memiliki tiga ekor sapi untuk dijual. Namun karena ada kabar ternak di Kapanewon Gedangsari dan Ponjong terkena antraks, ia tidak membawa hewan dagangannya.
"Ya kalau ada antraks pasti sulit sapi itu laku. Saya ke sini hanya lihat-lihat,"ungkap dia.
Subari menambahkan, berdasarkan pantauannya harga hewan ternak khususnya sapi, penurunan mencapai Rp. 2juta. Menurutnya banyak peternak yang mulai menjual ternaknya sebelum harganya anjlok.
Subari berharap agar pemerintah segera mengambil langkah melakukan antisipasi penyakit anthrax merebak. Pemerintah juga harus turun tangan melakukan sosialisasi terkait dengan apa sebenarnya penyakit antraks tersebut.
Selama ini memang belum ada sosialisasi berkaitan dengan penyakit antraks pada hewan ternak terutama sapi kepada mereka. Banyak pedagang yang tidak tahu hewan ternak yang terpapar antraks itu ciri-cirinya seperti apa.
"Tentu antisipasi juga agar tidak rugi. Kami mulai besok stop belanja sapi. Sementara waktu melihat perkembangan," kata pedagang sapi asal Karangasem, Paliyan, Gunungkidul, Eko Purwono.
Dia berharap penanganan terhadap temuan Antraks dari pihak berwenang cepat dilakukan, sehingga tidak menyebar ke wilayah kapanewon lain. Dengan begitu, dampak Antraks terhadap usaha jual beli ternaknya, baik sapi dan kambing tidak terpuruk seperti beberapa tahun 2020 lalu.
Baca Juga: Antraks Jangkiti Ternak di Gunungkidul, Penjual Daging Sapi Tak Terdampak
Tak hanya pedagang ternak, antisipasi juga dilakukan pedagang kuliner sate kambing. Anindita Wahyu Pratama penjual sate di Wonosari ini lebih hati-hati memilih kambing yang hendak disembelih.
"Ada atau tidak ada Antraks, saya memilih kambing yang benar-benar sehat. Bisa dilihat dari mata kambing, mengeluarkan air atau ada kotorannya tidak. Apalagi kondisi kambing yang sudah sakit bahkan mati jelas pantangan," tegasnya.
Dengan kemunculan antraks dia akan lebih jeli lagi dalam membeli kambing. Termasuk mempertimbangkan asal-usul kambing. Karena ia sendiri juga tidak ingin pelanggannya terpapar antraks.
Kepala Pengelola Pasar Hewan Siyonoharjo, Isnaningsih mengalahkan kabar merebaknya virus Anthrax di wilayah kabupaten Gunungkidul memang berpengaruh terhadap tingkat kunjungan di pasar hewan yang ia kelola ini. Pihaknya mencatat ada penurunan sekitar 10% jumlah pengunjung pasar hewan siyono Harjo.
"Dua kali pasaran ini, pengunjung pasar Hewan Siyonoharjo turun. Kalau transaksi kami tidak tahu. Karena pedagang tidak ada yang laporan," ujar dia.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengaku akan membatasi lalu lintas ternak baik keluar maupun masuk ke Gunungkidul. Pihaknya berencana membuat pos pengawasan lalu lintas ternak bekerjasama dengan Pemda DIY.
Berita Terkait
-
Antraks Jangkiti Ternak di Gunungkidul, Penjual Daging Sapi Tak Terdampak
-
Dua Kalurahan di Gunungkidul Masuk Zona Merah Penyebaran Antraks
-
Kasus Antraks Mencuat, Harga Sapi di Gunungkidul Anjlok dan Sulit Laku
-
Belasan Sapi dan Kambing Mati Karena Antraks, 23 Orang Warga Gunungkidul Diduga Ikut Terpapar
-
Kasus Dugaan Antraks di Gunungkidul, Dinkes Awasi Ketat 30 Warga Gedangsari
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Sambut Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko BRImo di Tol JakartaJawa
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Antrean KA Bandara di Stasiun Jogja Membludak, Angkut 637 Ribu Pemudik
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Logika Uang Pengganti Dipersoalkan Ahli, Sri Purnomo Disebut Tak Menikmati Dana Hibah