SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Sleman menilai, Covid-19 yang saat ini masih berlangsung di Indonesia belum bisa menjadi endemi.
Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama, Rabu (2/3/2022). Cahya mengungkap, pandangan itu muncul berdasarkan apa yang ia amati di lapangan, setidaknya di Kabupaten Sleman.
Ia menilai, apa yang dilakukan oleh beberapa negara, yang menyatakan bahwa Covid-19 sudah menjadi flu biasa, belum bisa ditiru oleh Indonesia.
"Indonesia masih dikaji," ungkapnya.
Selain itu, penerapan protokol kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah seluruh pihak. Bukan hanya pemerintah maupun Satgas Covid-19, melainkan juga seluruh masyarakat.
"Kalau prokes tidak dijalani, ambyar semuanya. Ya ambyar kesehatannya, ekonominya, pendidikannya. Semuanya," terangnya.
Ia berharap, dengan penerapan prokes yang baik, kasus Covid-19 melandai.
Di kesempatan yang sama, ia juga menegaskan bahwa menurut WHO, imunisasi Covid bukan cara untuk mencegah kita terinfeksi Covid-19. Menerapkan prokes adalah kunci.
Vaksin lengkap dan booster sebetulnya melindungi lansia dan non lansia dari tingkat kematian akibat Covid-19.
Baca Juga: Klaster Ponpes Kembali Muncul, Dinkes Sleman Minta Sekolah Asrama Sediakan Ruang Karantina
Pada non lansia tanpa komorbid yang menerima vaksin booster, tingkat kematian akan turun jadi 0,49%. Sedangkan kalau hanya vaksin lengkap atau primer (dosis 1 dan dosis 2), maka tingkat kematiannya diperkirakan 2,9%.
"Kalau lansia tanpa komorbid dengan booster, tingkat kematian bisa menurun 7,5%. Kalau hanya vaksin primer itu tingkat kematiannya masih 22,8%," terangnya.
Dengan demikian, penting disampaikan kepada masyarakat, bahwa booster dapat melindungi masyarakat dari Covid-19 varian yang saat ini menyebar dan varian lain yang mungkin muncul setelah varian omicron ini.
"Mudah-mudahan setelah omicron ini, kasus melandai terus," harap eks Dirut RSUD Sleman ini lagi.
Kejar Booster ke Kalurahan
Dinkes Sleman merilis, capaian vaksin dosis 1 umum di Kabupaten Sleman mencapai 99,3%, dosis 2 sebanyak 91,7% dan booster sebanyak 11,23%.
Berita Terkait
-
Positif Covid-19, Key SHINee Unggah Story Lucu untuk Menghibur Penggemar
-
PPKM di Sejumlah Daerah Diperpanjang, Satgas Covid-19 Ungkap Alasannya
-
Dua Tahun Pandemi, Satgas Covid-19 Ungkap 3 Instrumen Pengendalian Pandemi
-
Kisah Garda Terakhir Penanganan Covid-19 di TPU Tegal Alur, Nyaris Kibarkan Bendera Putih
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup
-
Tak Punya Anggaran, Sektor Kebudayaan Jogja Ikut Tergerus, TBY Pangkas Event dan Kurator
-
Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan