SuaraJogja.id - Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bantul per Rabu (2/3/2022) sebanyak 7.033 kasus. Ini dikarenakan penyebaran varian Omicron yang cepat.
Menyikapi lonjakan varian Omicron, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih tidak melakukan pengetatan aktivitas ekonomi secara berlebihan, bahkan walau PPKM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada di level 3.
"Kami tidak melakukan pengetatan berlebih seperti penutupan-penutupan aktivitas, kegiatan ekonomi kami izinkan asalkan menerapkan protokol kesehatan, minimal pakai masker," kata Halim, Kamis (3/3/2022).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tak menampik fakta bahwa varian Omicron cepat menyebar luas. Itu sesuai dengan prediksi ahli kesehatan termasuk Menteri Kesehatan (Menkes).
"Sesuai dengan yang diprediksi oleh ahli kesehatan termasuk Menkes bahwa varian Omicron memang akan menjalar secara cepat," ujarnya.
Kendati demikian, fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa tingkat fatalitasnya rendah. Sebab, hampir tidak ada permintaan dari masyarakat akan oksigen.
"Buktinya sampai hari ini tidak ada laporan orang yang membutuhkan oksigen dalam jumlah besar," papar dia.
Kemudian juga tidak terjadi lonjakan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Bantul. Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 hanya perlu isolasi mandiri (isoman) di rumah.
"Terbukti juga bahwa yang terpapar (Covid-19) cukup istirahat dan isoman seminggu berikutnya sudah sembuh," katanya.
Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta 2 Maret: Positif 4.196, Sembuh 3.820, Meninggal 20
Sehingga walaupun penyebaran omicron ini cepat, menurutnya, tidak terjadi gejolak terhadap layanan fasilitas kesehatan yang ada di Bumi Projotamansari.
"Berbeda dengan varian delta sehingga sikap kami hari ini yang penting prokes terus ditegakkan," terangnya.
Berita Terkait
-
Update COVID-19 Jakarta 2 Maret: Positif 4.196, Sembuh 3.820, Meninggal 20
-
Tak Ingin Kasus Covid-19 Makin Naik, Wali Kota Jogja Minta Pasien Isoman Disiplin Pemulihan
-
Maret Baru 2 Hari, Angka Kematian Covid-19 di Gunungkidul Sudah Capai 6 Kasus
-
Satgas Covid-19 Kota Kendari: Kasus Aktif Covid-19 Mulai Turun
-
Update COVID-19 Jakarta 1 Maret: Positif 3.634, Sembuh 5.575, Meninggal 26
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha