Eleonora PEW | Rahmat jiwandono
Kamis, 03 Maret 2022 | 17:53 WIB
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. [Rahmat Jiwandono / SuaraJogja.id]

SuaraJogja.id - Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bantul per Rabu (2/3/2022) sebanyak 7.033 kasus. Ini dikarenakan penyebaran varian Omicron yang cepat.

Menyikapi lonjakan varian Omicron, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih tidak melakukan pengetatan aktivitas ekonomi secara berlebihan, bahkan walau PPKM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada di level 3.

"Kami tidak melakukan pengetatan berlebih seperti penutupan-penutupan aktivitas, kegiatan ekonomi kami izinkan asalkan menerapkan protokol kesehatan, minimal pakai masker," kata Halim, Kamis (3/3/2022).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tak menampik fakta bahwa varian Omicron cepat menyebar luas. Itu sesuai dengan prediksi ahli kesehatan termasuk Menteri Kesehatan (Menkes).

"Sesuai dengan yang diprediksi oleh ahli kesehatan termasuk Menkes bahwa varian Omicron memang akan menjalar secara cepat," ujarnya.

Kendati demikian, fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa tingkat fatalitasnya rendah. Sebab, hampir tidak ada permintaan dari masyarakat akan oksigen.

"Buktinya sampai hari ini tidak ada laporan orang yang membutuhkan oksigen dalam jumlah besar," papar dia.

Kemudian juga tidak terjadi lonjakan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Bantul. Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 hanya perlu isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Terbukti juga bahwa yang terpapar (Covid-19) cukup istirahat dan isoman seminggu berikutnya sudah sembuh," katanya.

Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta 2 Maret: Positif 4.196, Sembuh 3.820, Meninggal 20

Sehingga walaupun penyebaran omicron ini cepat, menurutnya, tidak terjadi gejolak terhadap layanan fasilitas kesehatan yang ada di Bumi Projotamansari.

"Berbeda dengan varian delta sehingga sikap kami hari ini yang penting prokes terus ditegakkan," terangnya.

Load More