SuaraJogja.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) melaunching layanan transportasi internal kampus berupa bus listrik Trans Gadjah Mada pada Jumat (1/4/2022). Setidaknya saat ini ada dua bus listrik yang sudah siap untuk dioperasikan di lingkungan kampus.
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono menjelaskan, layanan transportasi internal kampus dengan dua bus listrik itu sebagai bentuk upaya untuk menciptakan infrastruktur kampus yang ramah lingkungan.
"Bahwa untuk menyediakan kelancaran transportasi internal UGM, kita launching bus listrik karena memang kecenderungan saat ini kita menggunakan sumber-sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, tidak mengeluarkan emisi karbon," kata Panut kepada awak media di Balairung UGM, Jumat (1/4/2022).
Panut tidak menampik bahwa selama ini masih banyak transportasi internal kampus yang menggunakan kendaraan non listrik. Hal itu tidak jarang berakibat pada udara yang menjadi kotor akibat emisi yang dihasilkan.
Disampaikan Panut, ada banyak keuntungan yang dihasilkan ketika menggunakan transportasi bus listrik ini. Selain tidak bising juga yang utama adalah ramah lingkungan karena tidak melepaskan emisi gas CO2.
"Sekarang baru dua unit yang kita operasikan ya karena kita baru memiliki dua unit bus yang dioperasikan dengan listrik. Kita memiliki banyak bus sebetulnya beberapa yang besarnya setara tapi masih dioperasikan dengan mesin berbahan bakar diesel," terangnya.
Kendati demikian, kata Panut, UGM akan terus berupaya untuk menambah lagi armada bus listrik di lingkungan kampus. Hal itu bertujuan juga untuk semakin mempersingkat waktu tunggi di masing-masing halte.
Pasalnya, dari dua bus yang sudah beroperasi itu masing-masing memiliki jarak tempuh sekitar 50 menit dari titik keberangkatan. Hingga akhirnya dapat kembali ke titik itu lagi.
"Ya nanti usaha kita memperbanyak armadanya, memperbanyak jumlah bisnya. Sehingga waktu tunggu di masing-masing halte itu bisa diperpendek," ungkapnya.
Baca Juga: Sambut Ramadhan, Masjid Kampus UGM Tetap Perketat Penerapan Protokol Kesehatan
Sementara itu, Direktur Aset Universitas Gadjah Mada (UGM) Djoko Sulistyo mengatakan terkait dengan pengisian daya sendiri sudah tersedia satu paket dengan bus listrik tersebut. Dibutuhkan waktu selama kurang lebih 3 jam untuk mengisi daya satu bus penuh kembali.
"Charger sudah tersedia satu paket dengan busnya di garasi di damkar, mengisi sekitar 3 jam itu sudah penuh besok untuk bisa jalan untuk satu hari malamnya bisa mengisi lagi," terang Djoko.
Kemudian untuk jumlah bus sendiri, kata Djoko, setidaknya diperlukan tambahan dua hingga empat armada bus lagi untuk bisa semakin memangkas waktu tunggu di masing-masing halte.
Saat ini pihaknya masih akan berkerjasama dengan sejumlah pihak lain untuk menambah armada bus listrik tersebut. Termasuk dengan kemungkinan produsen dari dalam negeri sebagai pemasok armada bus listrik nantinya.
"Jadi sekarang untuk satu putaran itu 50 menit jadi satu halte itu baru bisa dilewati tiap satu jam. Harapannya nanti bisa tiap 30 menit atau bahkan 15 menit tapi kita harus menambah armada ya. Kalau 30 menit itu nambah dua, 15 menit nambah dua lagi sehingga bisa lebih sering lewat begitu harapannya," tandasnya.
Berita Terkait
-
Sambut Ramadhan, Masjid Kampus UGM Tetap Perketat Penerapan Protokol Kesehatan
-
Kasus Covid-19 Mulai Melandai, Pokja Genetik FKKMK UGM Beberkan Sebabnya
-
MUI DIY Tanggapi Gerakan Baca Al-Qur'an di Malioboro, Chris Rock Buka Suara
-
Ganjar hingga Anies Diundang Jadi Pembicara Tarawih, Takmir Masjid Kampus UGM Pastikan Bukan Politik Praktis
-
Publik Heran Baca Jadwal Pembicara dan Tema Tarawih Masjid Kampus UGM: Selesai Ramadhan Jadi Sarjana
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik
-
Lapor Polisi Sejak 2025, Kasus Dugaan Penipuan BPR Danagung di Polda DIY Jalan di Tempat
-
Gandeng YKAKI, Tilem ing Tentrem Berikan Ruang Jeda Penuh Makna bagi Mereka yang Merawat
-
Full House di Jogja, Film 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan' Sukses Sentuh Hati Penonton
-
Pembangunan PSEL DIY Mundur ke 2028, Nasib Pengelolaan Sampah Kabupaten dan Kota Masih Abu-abu