SuaraJogja.id - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa Papua harus diperlakukan sebagai daerah yang normal. Hal itu sebagai respons atas kondisi Papua saat ini, menurutnya tidak dalam keadaan darurat.
"Iya kita sudah mulai ditangani, pokoknya setiap perkembangan kita analisis, nanti kita mau apakan yang penting Papua itu harus diperlakukan sebagai daerah normal," kata Mahfud ketika ditemui usia salat tarawih di Masjid Kampus UGM, Minggu (3/4/2022).
Disampaikan Mahfud, konflik aparat dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang kerap menjadi sorotan, terjadi hanya di daerah tengah yang sempit, sehingga selama ini pemerintah memperlakukan Papua secara biasa.
Ia menambahkan, perburuan senjata ilegal yang ada di Papua hanya berjumlah ratusan.
"Karena begini lo, seperti sering dikatakan kalau kita menganggap Papua itu darurat itu keliru. Karena di Papua itu hasil perburuan senjata ilegal itu hanya 111, kalau mau dikatakan darurat," terangnya.
"Sementara kalau kamu ke Kalimantan, Maluku, Aceh, ke Jakarta itu ribuan senjata ilegal yang beredar. Berarti kan lebih darurat ada, yang normal saja ribuan, di sana cuma 111 masa kita mau berlebihan," sambungnya.
Mahfud mengungkapkan bahwa semua kegiatan yang terjadi di Papua terus dianalisis oleh pemerintah. Selain itu, ia mengklaim bahwa pemerintah lebih menekankan kepada pendekatan kesejahteraan, bukan pendekatan pertempuran.
"Tempur itu tetap diperlukan ketika terjadi di luar batas dan sudah memenuhi keadaan tertentu. Selama tidak, ya itu keamanan biasa," tuturnya.
Mahfud juga menilai bahwa berbagai tindak kriminalitas yang terjadi di Papua juga ada di pulau-pulau lain.
Baca Juga: TPNPB-OPM Klaim Serangan Bom Mortir TNI/Polri Hanguskan 9 Rumah Warga Alguru
"Kejadian seperti itu, orang nyembelih orang, orang nembak orang itu kan terjadi juga di Jawa, terjadi di Sumatra, kan banyak," ucapnya.
"Kita menganggap kejadian seperti itu dengan perhatian khusus karena itu di Papua, lalu ada warna OPM-nya ya, Organisasi Papua Merdeka ya itu aja warnanya, tapi kalau kriminalitasnya yang terjadi di sana juga terjadi di Jawa dan di luar Papua jenis kriminalitasnya."
Berita Terkait
-
TPNPB-OPM Klaim Serangan Bom Mortir TNI/Polri Hanguskan 9 Rumah Warga Alguru
-
Ngaku Dibombardir Mortir dan Senjata Kimia Beracun, OPM Sebut Serangan TNI Bikin Panik Masyarakat dan Rusak Kebun
-
TNI Bolehkan Keturunan PKI Daftar Jadi Prajurit, Mahfud MD Singgung Rekonsiliasi Alamiah
-
Keturunan PKI Bisa Jadi Prajurit TNI, Instansi Lain Menyusul? Begini Kata Mahfud MD
-
Keturunan PKI Diizinkan Jadi Prajurit TNI, Mahfud MD: Normatifnya Memang Tidak Ada
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!