SuaraJogja.id - Peristiwa berdarah di awal Ramadhan kembali terulang. Setelah di tahun lalu pada momen yang sama seorang pemuda bernama Kevin jadi korban klitih di Kotagede, terkini seorang siswa SMA Muhammadiyah 2 bernama Daffa Adzin Albasith yang jadi korban klitih.
Sisiwa kelas XI IPS 3 itu jadi korban klitih saat mencari makan sahur di kawasan Gedongkuning, Minggu (3/4/2022).
Daffa yang membonceng motor rekannya meninggal dunia saat jalani perawatan setelah terjatuh usai dihantam gir di bagian kepalanya.
Kematian Daffa mengagetkan banyak pihak, termasuk sekolah. Padahal sebelumnya Daffa baru saja menyelesaikan kegiatan di sekolah sebagai panitia pentas seni online.
Pemuda asal Kebumen ini sehari-hari dikenal sebagai anak yang aktif berorganisasi di Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) atau OSIS di SMA Muha. Tidak pernah terbersit kejadian yang memilukan tersebut menimpa pelajar 18 tahun saat berboncengan mencari makan untuk sahur di daerah kos Jalan Kusumanegara bersama teman satu kosnya, Dafa Saputra.
"Kejadian ini membuat kami semua syok karena pasca belajar offline di sekolah Daffa tengah mempersiapkan diri pulang kampung di kebumen untuk ikut pembelajaran online, sedangkan Dafa akan pulang ke Lampung," ujar Kepala SMA Muha Yogyakarta, Slamet Purwo saat ditemui di sekolah setempat, Senin (04/04/2022).
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan sekolah, menurut Slamet, kedua siswa SMA Muha tersebut saat mencari sahur tiba-tiba dibuntuti dua motor. Satu motor yang membuntuti mereka dikendarai dua orang pengendara motor, sedangkan satu motor penguntit mereka dikendarai tiga orang pelaku.
Setelah tahu dibuntuti, keduanya mencoba menghindari. Namun nahas, Daffa disabet senjata tajam seperti gir yang mengenai kepalanya bagian belakang di kawasan Gedongkuning. Padahal berdasarkan pengakuan Dafa, mereka tidak mengenal pelaku.
Korban yang jatuh akhirnya dilarikan ke RSPAU Hardjolukito oleh Dafa Saputra. Namun nyawa Daffa tidak tertolong dan meninggal dunia pada Minggu (03/04/2022) pukul 09.30 WIB.
Baca Juga: Viral Diduga Aksi Klitih, Dua Remaja Diamankan Warga di Tegalrejo
"Dafa Saputra pun menghubungi keluarga Daffa, orang tua lalu menghubungi kami pihak sekolah tapi nyawa anak kami itu tidak tertolong saat kami meluncur ke rumah sakit. Sedangkan Dafa yang satu tidak mengalami luka," jelasnya.
Pihak sekolah pun mengantar jenasah Daffa ke Kebumen untuk dimakamkan. Juga bertemu orang tua Daffa yang merupakan salah seorang anggota DPRD di kabupaten tersebut.
Kasus ini, lanjut Slamet sudah ditangani Polsek Kotagede dan Polda DIY. Slamet berharap kejadian memilukan ini tidak terjadi lagi di DIY sebagai Kota Pelajar dan Pendidikan.
"Kami sampaikan informasi dengan edaran ke orang tua untuk lebih meningkatkan pendampingan agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Sekolah lain yang tahu juga memberikan surat edaran ke anak-anaknya agar lebih berhati-hati," paparnya.
Secara terpisah Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meminta kasus tersebut diusut tuntas. Sebagai tindakan pelanggaran hukum maka harus diproses secara hukum.
"Satu-satunya cara ya harus diproses hukum. Hanya dengan cara seperti itu kita bisa mengatasi persoalan [klitih]," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana
-
Dampak Konflik Geopolitik: Shamsi Ali Ungkap Bahaya Retorika Trump bagi Komunitas Muslim di Amerika
-
Leo Pictures Gelar Gala Premiere Terbesar: 'Jangan Buang Ibu' Bakal Sentuh Hati Penonton Indonesia
-
Rupiah Melemah, Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Kurs Kembali ke Rp15 Ribu