Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Minggu, 17 April 2022 | 11:04 WIB
Ilustrasi kejahatan jalanan (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Lingkungan positif itu, lanjut Rizal, perlu dimaknai sebagai lingkungan dapat memberikan rasa aman bagi para remaja. Terlebih untuk melakukan berbagai kegiatan positif atau sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Bisa juga dimaknai dengan adanya peran masyarakat yang terkecil dalam membangun kegiatan yang partisipatif," jelasnya.

Tidak lupa juga, Rizal berujar keluarga dan sekolah dapat berupaya dan perlu untuk membangun penalaran serta kesadaran dari anak-anak itu. Selain juga menyediakan ruang refleksi sebagai tempat belajar bukan hanya untuk mengasah potensi dalam diri saja tetapi juga memahami emosinya.

Ia menilai anak-anak remaja itu memerlukan lebih banyak lagi kegiatan belajar yang sudah kemudian berbasis masalah. Sehingga mendorong mereka untuk bisa mencari jalan keluar dari masalah itu dengan cara atau aktivitas yang positif bagi lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Dosen UGM Diduga Komentari Pemukulan Ade Armando, Pihak Kampus Tindak Lanjut

"Anak tidak boleh teralienasi dari masyarakat. Belajar membangun rasa empati, dan sejak muda dia mengerti bahwa ilmu pengetahuan, keterampilan diri, dan kompetensi sosialnya bermanfaat bagi orang lain, dengan begitu anak tidak merasa sebagai useless generation," pungkasnya. 

Sisi Psikologis Kemanusiaan

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MBK) SMA/MA Sleman, Eko Yuliyanto, menuturkan bahwa fokus utama yang perlu dilakukan guna mengatasi kejahatan jalanan itu adalah dari sisi psikologis kemanusiaan. Hal tersebut perlu dilakukan secara persuasif dibarengi dengan peraturan yang juga tetap harus ditegakkan.

"Diperlukan Ketegasan dan konsistensi untuk mendukung terciptanya kondisi yang aman dan nyaman di sekolah," kata Eko, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (14/4/2022).

Lebih jauh, kata Eko, ada sejumlah langkah yang perlu diperhatikan guna memaksimalkan penanganan itu sendiri. Dimulai dari tindakan preemtif atau upaya awal guna mencegah munculnya bibit kejahatan jalanan. 

Baca Juga: Sultan Ground Tak Dilepas untuk Tol, Pakar UGM Sebut Keraton Jogja Dapat Hambat Pembangunan

Penanaman nilai hingga norma perlu dktekankan kembali kepada para siswa. Hal itu diperlukan guna menghapus niatan untuk bertindak di luar batasan walaupun memang yang bersangkutan memiliki kesempatan itu.

Load More