"Pendak Setu gawa tenggok, jikuk pasir seka Krasak (Setiap Sabtu membawa tenggok, mengambil pasir dari Krasak). ada kenangan tersendiri. Jalan tol saja yang digeser. Hehe," Purnomo mengulang kembali kenangannya, diikuti tawa kecilnya.
Kini Purnomo, pihak SD N Banyurejo 1, masyarakat hanya bisa ikhlas. Karena posisi tol tak dapat digeser, patok sudah dihujam.
"Ikhlas dengan syarat," tutur Purnomo.
Besar harapan Purnomo dan pihak sekolah agar pengelola proyek tol, khususnya Jogja-Bawen yang merupakan pihak bertanggungjawab turut memberi perhatian. Karena sekolah adalah bangunan publik, maka jaminan tol harus jelas.
"Sudah ada bangunan pengganti sebelum sekolah digusur. Kalau digusur sebelum ada pengganti, kami akan protes, itu kan kesepakatan sejak awal," tegas dia.
Saat ini, calon lahan pengganti sudah ditemukan, sudah disetujui oleh pihak-pihak di Banyurejo dan sudah diusulkan Pemerintah Kalurahan ke Gubernur DIY. Jarak calon tanah pengganti dan gedung lama sekolah berjarak sekitar 200 meter.
Ia mengakui, calon lahan pengganti punya sejumlah kekurangan, berada di dekat sungai dan punya kontur yang membutuhkan sedikit usaha untuk meratakannya, sebelum menjadi lokasi pembangunan.
Tetapi setidaknya, walaupun agak masuk tempatnya tak jauh dari sekolah lama dan dekat dengan jalur jalan yang kerap dilintasi warga.
Kepala SD Negeri Banyurejo 1 Ismana menuturkan, ia sadar betul punya ketugasan bertanggungjawab total di sekolah. Tak tanggung, 100 persen yang jadi tanggungjawabnya.
"Andaikata isa gendoli, tetap gendoli (Andaikata bisa menahan, tetap ditahan). Akan tetapi, sudah jadi proyek pemerintah ya mau tidak mau ya sumangga kersa (silakan kalau mau)," ucapnya.
"Tapi ada syarat tadi. Ada pengganti," terangnya.
Harapan lainnya, minimal gedung pengganti punya kualitas sama. Syukur-syukur bila lebih baik.
"Saya tidak akan beranjak dari sekolah ini, kalau gedung baru belum dibangunkan untuk anak didik kami," tegasnya.
Akan lebih baik menurut Ismana, bila gedung sekolah yang baru segera terbangun. Sehingga pembangunan tol lancar, kegiatan belajar mengajar juga lancar.
"Kalau pembangunan sedini mungkin, pembangunan tidak akan asal-asalan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Pembangunan Tol Jogja-Bawen Mulai Kebut, Penggantian Lahan Gedung SD N Banyurejo 1 Masih Belum Jelas
-
Dapat Uang Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen, Sejumlah Warga di Banyurejo Bersiap Cari Tanah Pengganti
-
Warga Banyurejo Tempel Terima Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen, Menteri ATR: Jangan Sampai Menjadi Uang Panas
-
Bernilai Total Rp120 Miliar, Uang Ganti Rugi Proyek Tol Jogja-Bawen di Banyurejo Dijadwalkan Dibayar Pada 24-27 Januari
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah
-
Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Warga Sleman Kaget Sertifikat Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank