SuaraJogja.id - Wisatawan yang ingin menikmati hamparan pasir hitam di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul dapat naik bendi. Bendi adalah kereta roda dua yang ditarik seekor kuda dan dikemudikan oleh seorang kusir.
Kusir Bendi, Samboel, mengungkapkan bahwa libur Lebaran tahun ini lebih ramai jika dibanding tahun lalu.
"Alhamdulillah situasi lebaran sudah normal saat ini. Tahun lalu ya ada orang yang naik bendi tapi sangat sedikit," katanya kepada SuaraJogja.id, Sabtu (7/5/2022).
Selama libur Lebaran, menurutnya, tidak ada kenaikan tarif untuk naik bendi. Untuk jarak satu kilometer tarifnya sebesar Rp50.000.
"Satu putaran itu jaraknya hanya satu kilometer," terangnya.
Sementara bila wisatawan ingin menempuh jarak dua kilometer cukup membayar Rp100 ribu saja.
"Jaraknya kurang lebih dua kilometer untuk yang tarifnya Rp100 ribu. Tetapi kebanyakan wisatawan pilih yang Rp50.000," ujarnya.
Ia menyatakan, untuk tarif Rp50.000 serta Rp100 ribu berlaku untuk satu anak kecil dan dua orang dewasa. Sejauh ini setidaknya ada 10 penumpang yang naik bendinya.
"Ya bisa sampai 10 orang penumpang dalam satu hari," ujar dia.
Bendi-bendi yang disewakan merupakan milik seseorang maka kusir hanya sebagai operator. Ihwal penghasilan yang didapat bisa berbeda antar kusir.
"Total ada 40 bendi yang beroperasi sekarang ini tapi untuk masalah hasil tiap kusir pastinya berbeda-beda," tuturnya.
Sebagai informasi, bendi-bendi beroperasi mulai pukul 06.00-18.00 WIB.
Berita Terkait
-
Penjual Makanan di Pantai Parangtritis Kelarisan Diserbu Wisatawan, Ngatini: H+3 Undur-undur Saya Habis Terjual
-
Hari Keempat Libur Lebaran 132 Ribu Wisatawan Serbu Obyek Wisata di Bantul, Dinpar Yakin Target Kunjungan Tercapai
-
H+2 Lebaran Tembus 33 Ribu, Kunjungan Wisatawan ke Bantul Lampaui 3 Hari Weekend Biasa
-
Mulai Dijubeli Wisatawan, Antrean Kendaraan di TPR Pantai Parangtritis Sudah Sampai Jembatan Kretek
-
Hari Raya Idulfitri 1443, Ratusan Destinasi Wisata di Kabupaten Bantul Tetap Beroperasi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta