Muhammad Ilham Baktora
Senin, 06 Juni 2022 | 17:18 WIB
Bryan Yoga Kusuma korban pengeroyokan di Holywings Jogja, memberikan keterangan pada wartawan secara daring, Senin (6/6/2022).

SuaraJogja.id - Bryan Yoga Kusuma yang menjadi korban dugaan penganiayaan dan pengeryokan oleh sejumlah orang termasuk oknum polisi di Holywings Jogja, Kabupaten Sleman, Sabtu (6/6/2022) dikabarkan sempat kabur saat berada di Polres Sleman.

Bryan sengaja melarikan diri karena mendapat penganiayaan serupa oleh oknum polisi.

"Intinya dia berusaha menyelamatkan diri dari penganiayaan di kantor Polres Sleman. Karena di Holywings sudah dianiya, di kantor Polres Sleman juga dianiaya. Jadi bukan kabur karena mau menghindari masalah," ungkap kuasa hukum Bryan, Duke Arie Widagdo dalam konferensi pers secara daring, Senin (6/6/2022).

Duke menyayangkan pihak aparat yang tidak memediasai kasus pengeroyokan kliennya setelah babak belur di Holywings Jogja. Bahkan satu oknum polisi yang diketahui berinisial LV ikut menyita handphone korban.

"Kami kecewa dengan tindakan itu, bahkan dari keterangan saksi kami, oknum LV ini meminta ganti rugi terhadap mobil yang rusak di parkiran Holywings Jogja jika memang ada kerusakan," terang dia.

Penganiayaan itu terhenti ketika Bryan tertabrak mobil yang lalu lalang di depan Polres Sleman setelah berusaha kabur.

"Karena merasa terpojok, Bryan kabur lalu lompat pagar kantor Polres Sleman dan tertabrak mobil. Setelah itu dari keterangan rekan Bryan yaitu Albert mengatakan Bryan langsung dilarikan ke rumah sakit," kata dia.

Duke menjelaskan, saat ini kondisi Bryan Yoga Kusuma sudah siuman. Namun bagian kepala dan wajah, badan dan kaki mengalami luka akibat pengeroyokan itu.

"Tapi kalau kondisi di dalam tubuh katanya bagian kepala itu masih terasa sakit. Karena saat di Polres itu dia dipiting dan dipukuli," katanya.

Baca Juga: Bryan Yoga Kusuma Dikeroyok hingga Babak Belur di Holywings Jogja, Hal Ini yang Menyulut Cekcok hingga Penganiayaan

Dalam konferensi pers itu juga, Bryan menyempatkan berbicara dan meminta kasus ini diusut secara tuntas. Walau melibatkan aparat polisi di wilayah hukum Polres Sleman, kasus harus berjalan secara adil.

"Saya dikeroyok 20 orang yang diantaranya adalah polisi. Saya dibanting ke aspal hingga dianiaya di Polres Sleman. Dengan kondisi setengah sadar saya erusaha kabur dan keluar dari Polres Sleman. Saya meminta petinggi polri dan presiden bertindak tegas mengusut kasus ini. Saya meyakini masih banyak aparat yang benar dalam mengusut kasus secara adil," katanya dalam rekaman video.

Sebelumnya, laki-laki bernama Bryan Yoga Kusuma menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di Holywings Jogja, Kabupaten Sleman, Sabtu (4/6/2022) dini hari. Kasus itu sempat dilerai oleh pihak keamanan dan berlanjut di Polres Sleman.

Saat pemeriksaan di Polres Sleman, Bryan yang diketahui anak dari Komisaris Utama Bank Jatim, Suprajarto itu melarikan diri. Hingga akhirnya tertabrak mobil dan dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat.

Load More