SuaraJogja.id - Penjual daging sapi di Pasar Bantul sempat tidak berjualan selama tiga hari imbas tutupnya Paguyuban Pedagang Daging Sapi (PPDS) Segoroyoso, Pleret, Bantul pada 1-3 Mei 2022. Penyebab PPDS Segoroyoso tak melakukan pemotongan sapi karena pasar sapi yang ada di DIY maupun di luar daerah ditutup.
Namun demikian, sekarang ini para penjual daging sapi di Pasar Bantul sudah mulai berjualan kembali.
Penjual daging sapi, Bunga mengatakan, para penjual daging sapi di Pasar Bantul mulai berjualan lagi sejak Sabtu (4/6/2022). Ini karena PPDS Segoroyoso sudah kembali melakukan pemotongan ternak sapi.
"Tiga hari kemarin sempat kosong [daging sapi]. Sekarang sudah jualan lagi sejak Sabtu kemarin," ujar dia kala berbincang dengan SuaraJogja.id, Senin (6/6/2022).
Meski sudah berjualan seperti biasanya, namun penjualan daging sapi agak menurun. Yang mana dalam satu hari dia bisa menjual sekitar 1,5 kwintal daging sapi.
"Saya biasanya satu hari itu bisa laku 1,5 kwintal daging sapi. Tetapi dua hari terakhir ini mentok cuma laku satu kwintal [daging sapi]," katanya.
Oleh karenanya, dia tidak berani menyetok daging sapi dalam jumlah besar. Pada hari ini, dia hanya membeli 75 kilogram daging sapi dari PPDS Segoroyoso.
"Tempat saya hanya nyetok 75 kg, hari ini laku kurang lebih 50 kilogram," ujarnya.
Menurutnya, daging sapi laris terjual apabila ada masyarakat yang menggelar pesta pernikahan, utamanya saat akhir pekan. Dengan begitu, di hari-hari biasa, penjualan daging sapi hanya untuk konsumsi saja.
Baca Juga: DKPP Bantul Gelar Sidak Daging di Pasar Bantul, Begini Hasilnya
"Kalau lagi ada acara hajatan itu laku banyak tapi kalau enggak ada hajatan, sehari-harinya pelanggan saya beli daging sapi untuk dibuat rendang atau bakso," terang dia.
Harga daging sapi per kg yaitu Rp133 ribu. Artinya, untuk harga masih relatif stabil karena sebelumnya pada 22 April 2022, pihak penyuplai telah menaikkan harga.
"Naiknya dari Rp123 ribu dan saat ini menjadi Rp133 ribu. Jadi untuk harga masih relatif stabil," katanya.
Terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak, ujarnya, pembeli tidak terlalu terpengaruh akan isu tersebut. Namun, dia memastikan daging yang ada di Pasar Bantul bebas dari PMK.
"Pembelinya tidak khawatir soal PMK karena daging dari tempat pemotongan sudah diperiksa dan dapat dipastikan sehat. Jadi di pedagang dinyatakan aman," katanya.
Berita Terkait
-
Imbas Sejumlah Pasar Sapi di DIY Tutup, PPDS Segoroyoso Putuskan Tak Sembelih Hewan
-
Daging Segar di Batam Terbatas Akibat PMK, Pedagang: Kemungkinan Harganya Naik Lagi
-
Gara-gara Penyebaran PMK, Omzet Pedagang Daging Sapi Potong di Baturaja Turun
-
Harga Daging Sapi Masih Tinggi, Pedagang Menjerit Penjualannya Turun hingga 90 Persen
-
5 Cara agar Sehat secara Emosional, Lakukan dari Sekarang!
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas