SuaraJogja.id - Kepergian Buya Syafii Maarif masih menyisakan kenangan mendalam bagi Erik Tauvani. Lewat podcast kolaborasi antara Hamburger dengan Suara.com, penulis Mozaik Keteladanan Buya Syafii Maarif itu mendedahkan sejumlah rahasia tokoh Muhammadiyah tersebut semasa hidupnya.
Hampir sebulan tokoh cendekiawan muslim Buya Syafii Maarif meninggal dunia. Tapi keteladanannya semasa hidup masih membekas bagi sebagian orang, salah satunya seperti diungkapkan oleh Erik Tauvani.
Sosok yang dikenal dekat dengan sang Guru Bangsa itu mengungkapkan beberapa rahasia rumah tangga Buya Syafii Maarif yang nyaris jarang diketahui publik.
Lewat podcast kolaborasi antara Hamburger dengan Suara.com, Erik mengungkapkan bahwa sebetulnya Syafii Maarif itu orang yang sangat egaliter, bahkan dalam urusan rumah tangga.
Dosen Universitas Negeri Yogyakarta itu dalam kesehariannya kerap bahkan nyaris tiap hari mencuci hingga menjemur pakaiannya sendiri. Ia tak ingin bergantung ataupun merepotkan sang istri.
"pernah suatu ketika saya mendapati beliau menjemur pakaiannya sendiri. Beliau jawab tubuh jangan dimanjakan," ucap Erik di kantor SuaraJogja.id, Senin (20/6/2022).
Tak hanya itu, saking tak ingin merepotkan sang istri, jelang akhir hayatnya Syafii Maarif sempat meminta maaf ketika terbaring di rumah sakit dan harus disuapi sang istri.
"Saat momen itu, Buya minta maaf ke istrinya karena telah merepotkan. Istrinya saat ia terbaring kan harus bolak balik ke rumah sakit hingga harus menyuapinya, beliau minta maaf itu sama ibu. Beliau itu memang ngga mau merepotkan," terangnya.
Erik sendiri mengungkapkan mengenal buya Syafii Maarif pascaterjadi gempa Jogja 2006 silam. Ketika itu Syafii Maarif menjadi ketua dalam penanganan pascagempa.
Baca Juga: Takziah ke Rumah Duka, Gubernur Jatim Kagumi Ketahanan Keluarga Buya Syafii Maarif
"Saya mulai dekat seusai gempa itu, sama-sama terlibat dalam penggalangan dana untuk korban gempa," tambahnya.
Berita Terkait
-
Pegiat Literasi Muhidin M Dahlan Ceritakan Hidup Syafii Maarif, Tinggal di Rumah KPR Kala Jabat Ketum PP Muhammadiyah
-
Kenang Buya Syafii Maarif, Yenny Wahid: Bersama Gus Dur Berjasa Besar Akrabkan NU dan Muhammadiyah
-
Takziah ke Rumah Duka, Gubernur Jatim Kagumi Ketahanan Keluarga Buya Syafii Maarif
-
Khofifah Ajak Semua Lanjutkan Jejak Buya Syafii Maarif Perjuangkan Kedamaian dan Kebersatuan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Soal Rehabilitasi Lahan Pascabencana di Sumatra, Kemenhut Butuh Waktu Lebih dari 5 Tahun
-
Rotasi Sejumlah Pejabat Utama di Polda DIY, Ini Daftarnya
-
Sampah Organik Milik Warga Kota Jogja Kini Diambil Petugas DLH, Simak Jadwalnya
-
DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
-
Dana Desa 2026 Terancam Dipangkas, Pengembangan Koperasi Merah Putih di Bantul Terkatung-katung