SuaraJogja.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa enam pejabat baru dalam kasus suap Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang melibatkan mantan Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Pemeriksaan para saksi untuk dimintai keterangan terkait aliran dana kasus suap pembangunan apartemen Royal Kedhaton di Kemetiran Lor Yogyakarta.
Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum UGM, Zaenur Rohman pun memberikan tanggapan mengenai pemanggilan tersebut. Zaenur mengungkapkan pemeriksaan itu bisa jadi pintu masuk penyelidikan kasus lainnya.
"Ini yang menjadi harapan karena kasus bisa dikembangkan untuk kasus-kasus yang lain, pemeriksaan saksi pun bisa melebar ke kasus lain," papar Zaenur, Jumat (24/06/2022).
Menurut Zaenur, dirinya percaya penyelidikan tersebut akan semakin melebar ke kasus-kasus lainnya. Sebab selama ini banyak komplain dari masyarakat akan perizinan yang diberikan Pemkot Yogyakarta dibawah kepemimpinan Haryadi Suyuti.
Baca Juga: Periksa Sejumlah ASN di Pemda DIY, KPK Sebut Haryadi Suyuti Beri Arahan Terbitkan Dokumen Perizinan
Apalagi dari para saksi yang dipanggil KPK akan terkuak fakta-fakta baru. Sehingga penyelidikan akan bisa berkembang terkait gratifikasi yang diterima Haryadi selama masa jabatannya.
penyelidikan penyidikan sini berkembang menjadi penyelidikan untuk kasus-kasus yang lain yang dikasih itu kan dari pemeriksaan saksi-saksi yang apa namanya yang dihadirkan tentu yang pertama harus dibuktikan adalah sangkaan kpk-nya terhadap kasus penerimaan suatu gratifikasi terhadap HS Nah setelah itu tentu KPK akan kembangkan kasus yang lain
mengungkapkan pemeriksaan pada pejabat lain di lingkungan Pemkot Yogyakarta memang sangat diharapkan. Banyak penyidikan yang bisa dilakukan dalam kasus Haryadi Suyuti pasca pemanggilan enam saksi.
"Dari pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan tentu [bisa dikembangan kasusnya], namun yang pertama harus dibuktikan adalah sangkaan KPK-nya terhadap kasus penerimaan suatu gratifikasi terhadap HS," ungkapnya.
Dengan adanya pengembangan penyelidikan, Zaenur berharap Pemkot Yogyakarta bahkan Pemda DIY bisa mengevaluasi perizinan. Evaluasi itu bisa dilakukan dengan meneliti permohonan perizinan mana saja yang melanggar ketentuan-ketentuan tentang perizinan.
Baca Juga: KPK Periksa Enam Pejabat Pemkot Yogyakarta, Ini Komentar Pj Walikota Sumadi
Pemda DIY ataupun Pemkot saat ini pun bisa membentuk tim untuk mereview atau mengevaluasi Dinas Perizinan Kota Yogyakarta. Dengan demikian bisa diketahui dugaan-dugaan pelanggaran yang banyak dilaporkan masyarakat.
Berita Terkait
-
Praperadilan Kandas, KPK Didesak Gerak Cepat Limpahkan Perkara Hasto ke Pengadilan
-
WN China Bisa Bebas dari Kasus Tambang Emas Ilegal, Pukat UGM Ungkapkan Ini
-
Pukat UGM: Denda Damai di UU Kejaksaan Tak Berlaku untuk Koruptor!
-
Kasus CPO Diduga Picu Airlangga Hartarto Mundur dari Golkar, Pukat UGM: Jangan jadi Tabungan Perkara!
-
Pansel Capim KPK Dinilai Tidak Transparan, Pukat UGM: Cerminan Kepentingan Politik Jokowi
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir