SuaraJogja.id - Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bantul terus mengalami peningkatan seiring dengan menurunnya status Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Di samping memang banyaknya event yang dilaksanakan di DIY membawa dampak positif dalam iklim pariwisata di Bantul.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adhi menuturkan, usai pemerintah menurunkan level PPKM DIY dari Level 2 menjadi level 1 beberapa waktu lalu, memang terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang cukup signifikan. Dia menyebut ada peningkatan sekitar 40 persen di PPKM Level 1 dari level 2.
"Ada peningkatan 40 persen ini. Memang pelonggaran berdampak positif terhadap mobilitas,"terang dia, Selasa (28/6/2022).
Lelaki yang akrab dipanggil Ipung ini juga mengatakan jika peningkatan ini tidak lepas dari beberapa event yang diselenggarakan di DIY ataupun di Kabupaten Bantul sendiri. Seperti event terakhir yaitu kompetisi surfing tingkat nasional yang diselenggarakan oleh SAR DIY.
Secara tidak langsung event tersebut membawa dampak postif bagi kunjungan wisatawan di Bantul. Berdasarkan data yang ia dapat, kunjungan wisatawan selama sepekan dari tanggal 20-26 Juni mencapai 66.244 orang. jumlah tersebut naik 42 persen dibanding pekan sebelumnya.
"Soal pendapatan juga sekitar Rp 644,38 juta,"tambahnya.
Menurutnya, kenaikan ini karena ada event yang diselenggarakan di Pantai Parangtritis dan ada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII yang juga digelar selama sepekan di DIY. Hal ini mengakibatkan banyak wisatawan yang berkunjung ke Bantul.
Di awal Juni yang lalu, pihaknya sempat mencatatkan penurunan jumlah kunjungan. Di mana kunjungan wisatawan pada pekan tanggal 6-12 Juni sekitar 43.789 orang. Jumlah tersebut turun 20% dibanding dibanding pekan sebelumnya. Penurunan ini diperkirakan karena Minggu sebelumnya ada libur tengah pekan.
"Pekan selanjutnya terus naik 37 persen. Jadi kenaikan ini bukan hanya karena level status PPKM yang turun, tetapi juga karena faktor hari libur dan juga event yang diselenggarakan,"tambahnya.
Baca Juga: Bantul Dapat Alokasi 300 Dosis Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku
Dari pendataan yang sempat mereka lakukan, kunjungan terbanyak berasal dari Jawa Tengah di mana mencapai 48%, Jatim 22%, Jabar 15%, DIY 7%, Lampung 2,3%, DKI 2% Banten dan Sumbar 0,9%. Memang wisatawan lokal masih mendominasi.
Berita Terkait
-
Gelar Kunjungan Industri, Siswa MAN 2 Bantul Praktik Olah Bandeng Juwana
-
Mempelajari Pembentukan Pulau Jawa di History of Java Museum
-
MAN 2 Bantul Terima Wakaf dari Keluarga Almh Hj. Munifah binti Istamar
-
Penyerahan Sertifikat Wakaf kepada Keluarga Hj. Munifah di MAN 2 Bantul
-
Sukseskan SNPDB 2025/2026: Kepala MAN 2 Bantul Ikuti Sosialisasi
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi
-
Exit Tol Tamanmartani Tidak Lagi untuk Arus Balik, Pengaturan Dikembalikan Seperti Mudik
-
Putra Prabowo Berkunjung ke Kediaman Megawati, Waketum PAN: Meneduhkan Dinamika Politik