SuaraJogja.id - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko memberikan respon mengenai salah satu siswi SMAN 1 Banguntapan yang depresi usai dipaksa pakai jilbab. Isdarmoko mengatakan tidak ada aturan yang mengharuskan siswi pakai jilbab di sekolah negeri.
"Terkait dengan penggunaan seragam sekolah khususnya pakaian muslim itu dibebaskan sesuai pilihan masing-masing. Jadi kalau ada sekolah yang memaksakan apalagi sekolah negeri itu jelas tidak betul," katanya.
Kabupaten Bantul saat ini tengah mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA) dimana salah satu kebijakannya adalah sekolah harus menjamin dan memberikan perlindungan pada hak-hak anak. Terkait hal tersebut Isdarmoko menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh guru BK SMA Negeri 1 Banguntapan.
Kepada SuaraJogja.id Isdarmoko mengatakan bahwa kewajiban yang semestinya dilakukan oleh guru BK adalah untuk memberikan layanan kepada siswa dalam rangka membantu siswa mengatasi permasalahan yang dihadapi.
Baca Juga: Libur Tahun Baru 1444 Hijriah, Polres Bantul Atur Rekayasa Lalu Lintas Amankan Kepadatan Jalan
"Kalau itu dilakukan oleh guru BK jelas-jelas itu salah. Karena BK kok jadi seperti Polisi Sekolah, BK ngga boleh seperti itu," tandasnya.
Isdarmoko menilai, tugas utama dari BK bukanlah menertibkan pelanggaran yang dilakukan siswa. Baginya tugas BK adalah untuk membantu para siswa mengatasi masalah belajar, masalah pribadi atau keluarga, serta masalah sosial dan karir.
"Jadi BK bukan Polisi Sekolah yang tugasnya menertibkan ketika ada siswa yang kedapatan melaksanakan pelanggaran, misalnha tidak disiplin, membolos, kedapatan membawa rokok, dan lain-lain," imbuhnya.
Menindaklanjuti unsur paksaan pemakaian jilbab terhadap salah satu siswi di SMA tersebut, Isdarmoko akan menyampaikan kembali ke sekolah yang ada di Kabupaten Bantul agar tidak terjadi hal serupa. Menurutnya penyampaian tersebut harus dengan cara yang edukatif sesuai dengan kesiapan dan kesadaran siswa.
"Ke depan akan kita sampaikan lagi ke sekolah-sekolah agar tidak terjadi pemaksaan seperti itu. Walaupun maksud guru tadi juga tidak salah karena sebenarnya memberikan himbauan untuk melaksanakan sesuai ajaran agama," terangnya.
Baca Juga: Siswi SMA di Bantul Diduga Dipaksa Pakai Jilbab, Disdikpora DIY dan Ombusdman Bergerak
Mengenai siswi tersebut, Isdarmoko mengatakan akan ada pendampingan secara intensif agar kembali nyaman selama mengikuti pembelajaran di sekolah. Selain itu kerjasama dengan orang tua juga akan dilakukan untuk meyakinkan siswi tersebut mendapat bimbingan yang baik.
Berita Terkait
-
Aaliyah Massaid Berhijab di Acara Pengajian, sampai Dipuji Istri Sandiaga Uno: Masya Allah Cantik, Adem
-
Maskapai Larang Pramugari Pakai Jilbab Jadi Sorotan, Lion Air: Kami Tidak Melarang!
-
Wapres Ma'ruf Amin Heran Ada Kabar Maskapai Larang Pramugari Pakai Jilbab, Bos Garuda Bilang Begini
-
7 Momen Rizky Kinos Rayakan Ulang Tahun di Singapura, Gagal Nonton Justin Bieber Bareng Keluarga
-
Najwa Shihab Didesak Pakai Jilbab, Jawabannya Dibilang Cari Pembenaran
Tag
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Prabowo Didesak Rangkul Pengusaha, Tarif Trump 32 Persen Bisa Picu PHK Massal di Indonesia?
-
Viral, Mobil Digembosi di Jogja Dishub Bertindak Tegas, Ini Alasannya
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan