Selain memberikan keterangan jika menghilang, saksi tersebut juga mengatakan jika sebelum penemuan orok tersebut perilaku tersangka memang agak aneh. Perempuan tersebut selalu mengenakan kain sarung ketika di lingkungan kos. Sementara ketika pergi selalu mengenakan jilbab panjang.
"Dari informasi tersebut kemudian kami dalami yang bersangkutan,"terang dia.
Dan tanggal 16 Januari kemarin, polisi mendapat informasi terkait keberadaan pelaku. Polisi pun kemudian mendatangi lokasi tersebut dan berhasil mengamankan yang bersangkutan bersama barang bukti lain.
Setelah itu pihaknya mengumpulkan keterangan ke kos-kosan di dekat lokasi kejadia di Dusun Tanjung. kemudian ada saksi yang menyebutkan jika yang bersangkutan memang tidak nampak sejak peristiwa terjadi.
"Jadi sudah pergi selama 2 minggunan. Dan kami lacak ternyata benar pelaku adalah WLR yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta,"kata dia.
"Dia juga sudah semester akhir sehingga tidak pas kuliah sehingga tidak terlalu nampak,"tambahnya.
Kemudian hari Senin, 16 Januari 2023 malam, pihaknya berhasil mengamankan pelaku di wilayah Sleman saat bersama komunitasnya. Dia kemudian dibawa ke Polsek Sewon untuk dimintai keterangan berkaitan dengan aksinya tersebut.
Barang bukti yang diamankan diantaranya adalah Tas plastik warna merah, Kain warna hitam, Kerudung warna hitam, Kaos obiong berwarna merah, Kain sarung berwarna coklat dan Gunting gagang hijau
Pergi Menonton Pawai dI Malioboro Usai Buang Bayi
Baca Juga: Pilih Stadion Sultan Agung Jadi Kandang, Arema FC Belum Dikasih Izin Pemkab Bantul
Suyanto mengungkapkan berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka, perempuan ini mengaku melahirkan seorang bayi perempuan pada hari Rabu tanggal 28 Desember 2022 sekira pukul 04.00 WIB di kamar mandi luar kamar kos atau kamar mandi bersama.
"Dia melahirkan seorang diri tanpa bantuan orang lain,"kata dia.
Setelah dilahirkan bayi tersebut sempat menangis sekali kemudian terdiam. Mengalami hal ini, WLR kemudian panik dan langsung keluar kamar untuk mengambil gunting. Gunting tersebut tersangka gunakan untuk memotong tali pusar.
Pelaku juga mengambil tas plastik dan kain hitam di dapur dan kemudian digunakan untuk membungkus bayi yang telah meninggal di tempat sampah depan rumah kos. sedangkan plasentanya dibuang WLR di closet atau lobang WC.
Setelah membuang bayi di tempat sampah dan membuang plasenta di closet, WLR sempat kembali ke kamar kos untuk bersih-bersih dan beristirahat. Dan selanjutnya pada hari itu juga pukul 11.00 WIB WLR meninggalkan kamar kos untuk melihat pawai di jalan Malioboro.
"Pelaku kemudiam pulang ke kos teman sedaerahnya di wilayah Sleman. Dan sejak itu dia tidak kembali ke kosnya di Sewon,"tambahnya.
Berita Terkait
-
Ibu Pembuang Bayi di Terminal Pulo Gebang Ditangkap di Dalam Bus, Masih Pakai Celana Berlumuran Darah
-
Ibu Kandung Pembuang Bayi di Tempat Sampah Ditangkap, Polisi Selidiki Motifnya
-
Pembuang Bayi di Mentawai Ternyata Karyawan Resort, Melahirkan Sendiri Tanpa Bantuan Orang Lain
-
Polisi Tangkap Pembuang Bayi dalam Kardus di Bintan, Ternyata Pasangan Muda
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat