
SuaraJogja.id - Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP K. Tri Panungko menyebut tersangka mutilasi di Sleman memiliki risiko mengulangi perbuatannya di masa mendatang. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan psikologi forensik yang dilakukan terhadap tersangka Heru Prastiyo (23).
"Ini yang perlu mendapatkan garis bawah, pada diri tersangka atau pelaku cukup memenuhi unsur memiliki risiko keberbahayaan mengulangi perilakunya," kata Tri Panungko di Mapolda DIY, Senin (3/4/2023).
Dengan hasil tersebut, disampaikan Tri, bahwa tersangka memang sudah harus diproses secara hukum yang berlaku. Termasuk dengan memberikan pendampingan psikologi kepada yang bersangkutan.
"Ya bahwa tersangka atau pelaku ya harus diproses hukum tentunya dengan pendampingan psikologi ya. Jadi tetap berjalan tapi tentunya kita juga akan nantinya meminta kepada ahli psikologi forensik untuk tetap mendampingi yang bersangkutan," terangnya.
Baca Juga: Tersangka Mutilasi Perempuan di Sleman Jalani Pemeriksaan Psikologi
Dalam kesempatan ini, Tri tidak menjelaskan lebih detail terkaif dengan hasil pemeriksaan ahli psikologi forensik itu. Namun pada intinya, diperlukan penanganan serius terhadap tersangka.
Mengingat kemudian ada berbagai pemicu yang dapat kembali diterima oleh tersangka. Baik judi online, utang pinjol hingga tayangan kekerasan di media sosial.
"Artinya terkait dengan perilaku yang sudah dilakukan oleh tersangka atau pelaku ini bisa ada kemungkinan kedepannya ya sesuai dengan analisa psikologi forensik apabila tidak ditangani serius bisa dimungkinkan bisa terjadi lagi," tuturnya.
"Sebab mungkin ada pemicu-pemicunya yang tadi sudah saya sampaikan karena yang bersangkutan mempunyai utang, karena dipicu karena kalah main judi online dan seterusnya," imbuhnya.
Berdasarkan pengakuan yang didapatkan polisi, motif dari tersangka melakukan pembunuhan adalah untuk mendapatkan harta benda milik korban. Menyusul yang bersangkutan mengaku terjerat utang pinjaman online (pinjol).
Baca Juga: Isi Lengkap Surat Pelaku Mutilasi Wanita di Sleman
Usut punya usut motif ekonomi itu didasari akibat tersangka yang juga ketagihan judi online. Hingga kemudian berujung utang di pinjol tersebut.
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Tim Kuasa Hukum Juwita Minta Penyidik Lakukan Tes DNA Guna Mengetahui Sperma di Rahim Jenazah
-
Kronologi Pemerkosaan Jurnalis Juwita Sebelum Dibunuh, Terduga Pelaku Anggota TNI AL
-
Daihatsu Xenia Jadi Barang Bukti Pembunuhan Wartawan di Banjarbaru
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan