SuaraJogja.id - Polisi menegaskan bahwa mahasiswa UMY Redho Tri Agustian (20) korban mutilasi yang bagian tubuhnya ditemukan pertama di Padukuhan Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman tewas akibat kekerasan. Hal ini semakin terungkap ketika reka adegan peristiwa itu dilakukan.
Dalam salah satu adegan rekonstruksi terlihat bahwa korban bersama tersangka Ridduan (38) warga DKI Jakarta berada di kos tersangka Waliyin (29) warga Magelang di kawasan Padukuhan Krapyak, Kalurahan Triharjo, Sleman.
Dipaparkan ada sebuah adegan ketika Ridduan sempat melepas pakaian hingga mengikat tangan dan kaki korban. Mulut korban pun disebut juga sempat dilakban oleh tersangka.
Kendati demikian, Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi memastikan bahwa peristiwa itu merupakan kejadian kekerasan. Sehingga memang penyidikan tidak menuju ke dugaan aktivitas seksual menyimpang.
"Tidak menuju ke sana ya (kegiatan seksual menyimpang) Ini peristiwa pembunuhan ya," ujar Endriadi ditemui di lokasi rekonstruksi, Selasa (8/8/2023).
"Modusnya dengan tindakan kekerasan, salah satunya tadi ditali, dicekik, dipukul, kan kekerasan. Ya akibat kekerasan," imbuhnya.
Disinggung mengenai pernyataan pihak UMY yang mengungkap bahwa korban tengah melakukan penelitian terkait LGBT, Endriadi menegaskan pihaknya hanya berfokus ke penyidikan kasus pembunuhan saja.
"Kami penyidik Ditreskrimum Polda DIY melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan peristiwa pembunuhan. Kami tidak meneliti di sana," tegasnya.
Ia mengungkapkan tak ada temuan baru dalam rekonstruksi kali ini. Semua masih sesuai dengan pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga: Polisi Dalami Penyebab Kematian Mahasiswa UMY Sebelum Dimutilasi
Sebelumnya polisi mengungkap bahwa korban dan dua tersangka itu pertama berkenalan di medsos. Dari pemeriksaan, pelaku dan korban diketahui tergabung dalam sebuah komunitas yang mempunyai aktivitas tidak wajar.
Polisi enggan merinci aktivitas yang disebut tidak wajar tersebut. Setelah itu tersangka Waliyin mengundang tersangka Ridduan untuk datang ke Jogja guna menemui korban.
Sesampainya di Jogja, mereka berdua bersama korban langsung berkumpul di TKP yang ada di kos Waliyin. Hingga terjadi tindak kekerasan berujung pada aksi mutilasi yang dilakukan oleh dua pelaku tersebut.
Hasil pemeriksaan sementara eksekusi korban itu dilakukan pada Selasa (11/7/2023) malam lalu dan potongan tubuh korban baru ditemukan Rabu (12/7/2023) malam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Lewat Musik di Album Terbaru, Grego Julius Dekatkan Umat pada Bunda Maria
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman