SuaraJogja.id - Kasus pembacokan yang diduga karena tak terima dipelototi korban hingga kejar-kejaran yang sempat ramai di media sosial pada 28 Agustus 2023 mulai dibeberkan oleh kepolisian. Pelaku berinisial TDS atau TY (25) sudah diamankan, pelaku merupakan pedagang martabak yang biasa berdagang di Jalan Bugisan Kapanewon Kasihan Bantul.
TY terancam hukuman 5 tahun penjara. Lelaki asal Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah ini tega membacok pedagang Warmindo, Eko Darmanto (51) warga Kuningan, Jawa Barat yang berjualan tak jauh dari gerobak martabaknya di Jalan Bugisan, Tegal Senggotan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.
TY kini sudah menyandang status tersangka atas kasus pembacokan yang dilakukannya terhadap pedagang warmindo Eko Darmanto. TY dikenakan pasal 351 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.
Kapolsek Kasihan, AKP Nandang Rochman menyatakan, pembacokan itu dipicu masalah pribadi yang dipendam pelaku cukup lama. Di mana TY memiliki dendam karena merasa diancam oleh korban.
"Masalah itu muncul ketika suatu hari TY yang sedang berjualan martabak didatangi oleh seorang ODGJ yang meminta makanan kepadanya," ujar dia, Senin (11/9/2023).
Namun, pada saat itu TY tidak lagi memiliki martabak lantaran sudah habis terjual. Selanjutnya TY mengarahkan ODGJ tersebut untuk meminta makanan di warmindo milik korban.
Nandang menyebut bahwa saat itu tersangka bersedia membayar makanan yang diminta oleh ODGJ kepada korban.
"Tetapi ternyata korban tidak terima dan merasa tersinggung dengan yang dilakukan oleh tersangka," kata dia.
Kalau pengakuan tersangka, dirinya merasa diancam oleh korban akan melakukan kekerasan suatu saat nanti. Dan sebelum pembacokan tersebut, korban kebetulan lewat di depan tempat pelaku berjualan.
Baca Juga: Viral Aksi Pembacokan di Bantul Diwarnai Kejar-kejaran hanya Gegara Mata Melotot
Saat itu pelaku merasa jika korban memelototi dirinya sehingga membuat pelaku naik pitam. Pelaku kemudian mengambil celurit yang selalu dia bawa ketika berjualan. Pelaku kemudian mengejar korban dan langsung melakukan pembacokan.
"Celurit itu selalu dibawa pelaku untuk berjaga-jaga, bukan sengaja disiapkan untuk membacok korban. Pelaku selalu membawa celurit karena sering berjualan sampai menjelang pagi," terang dia.
Selain karena selama ini merasa terancam, pelaku spontan melakukan pembacokan karena saat itu pikirannya tengah pusing akibat banyak persoalan. Pelaku tidak bisa mengendalikan emosi lantaran tatapan sinis dari korban saat melintas di depan gerobak martabak pelaku.
Akibat peristiwa ini, korban mengalami sejumlah luka bacok di bagian telapak tangan kanan, kepala dan dada. Karena luka yang cukup parah, korban harus menjalani perawatan intensif di RS PKU Muhammadiyah, Gamping.
Meski pelaku merasa dirinya pernah terancam namun menurut keterangan dari korban, dirinya tidak mengakui telah mengancam pelaku dan menampik keterangan yang diberikan pelaku kepada polisi.
"Saat ini proses hukumnya sudah berjalan dan tersangka sudah kami tahan di rutan sementara Polsek Kasihan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja