SuaraJogja.id - Minuman keras (Miras) oplosan kembali memakan korban. Kali ini, M (43) warga Sawahan RT 38, Trimurti, Srandakan, Bantul tewas usai menenggak minuman haram tersebut. Sebelum dinyatakan tewas, M sempat dibawa ke dua rumah sakit berbeda.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry menuturkan berdasarkan keterangan S (41) yang merupakan istri korban, pada Sabtu (30/9/2023) lalu, sekira pukul 22.00 WIB korban pulang dalam keadaan mabuk karena mulutnya berbau alkohol. Korban kemudian sempat tidur.
"Pada hari Senin kemarin baru merasakan dampaknya," kata dia, Rabu (4/10/2023).
Saat itu korban mengeluh kalau salah satu matanya tidak bisa melihat. Selanjutnya pada hari Senin (2/10/2023) korban diantar oleh istri korban berobat di PKU Muhammadiyah Srandakan. Korban diperkenankan pulang dan hanya menjalani rawat jalan.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ungkit Borok Mami Eda Cekoki 9 Gelas Minuman Keras ke Lolly: Coba Bayangin......
Namun, keesokan harinya, Selasa (3/10/2023)pukul 07.00 WIB, tiba-tiba korban tidak sadarkan diri. Oleh istrinya korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul. Sesampai di rumah sakit korban langsung mendapat pertolongan
"Begitu tiba langsung dilakukan pertolongan oleh medis dan sekira pukul 10.10 wib korban meninggal dunia," ujarnya.
Menurut keterangan dari Dokter RS Panembahan Senopati Bantul, korban dinyatakan meninggal dunia akibat keracunan alkohol. Namun jenis minuman alkoholnya seperti apa, belum diketahui secara pasti.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penelusuran asal usul dari minuman keras tersebut. Termasuk juga di mana dan kapan serta bersama siapa korban menenggak minuman keras tersebut.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Korban Tewas Akibat Gempa Myanmar Capai 3.000, Gencatan Senjata Diumumkan Demi Penyelamatan
-
Gempa Myanmar Renggut 2.800 Lebih Nyawa Manusia, Berapa Orang WNI?
-
Wanita ML di Makassar Tewas, Polisi: Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi
-
Gempa Magnitudo 5 Guncang Mandalay, Myanmar Kembali Bergetar
-
Myanmar Berkabung: 7 Hari Masa Berkabung Nasional Usai Gempa Dasyat
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo