SuaraJogja.id - Jogja National Museum (JNM) adalah museum dan galeri seni kontemporer yang berdiri di bawah naungan Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara. Informasi detail mengenai lokasi dan fasilitas di galeri seni kontemporer ini.
Museum ini beralamat di Jalan Amri Yahya No. 1, Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta. JNM didirikan pada tahun 2006 oleh para seniman Yogyakarta yang ingin memiliki ruang berekspresi dan memajukan seni kontemporer di Indonesia.
Museum ini menempati bekas bangunan kampus Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) yang dibangun pada tahun 1950. JNM memiliki koleksi seni kontemporer yang beragam, mulai dari lukisan, patung, instalasi, hingga fotografi.
JNM juga menjadi tempat penyelenggaraan berbagai acara seni, seperti pameran, pertunjukan, dan festival. Acara-acara tersebut bertujuan untuk mempromosikan seni kontemporer Indonesia kepada masyarakat luas.
Fasilitas Jogja National Museum
- Ruang pamer
- Ruang pameran temporer
- Ruang pertunjukan
- Ruang workshop
- Ruang perpustakaan
- Ruang kafe
Jam Buka dan Harga Tiket Jogja National Museum
JNM buka setiap hari, kecuali hari Senin, pukul 10.00-21.00 WIB. Harga tiket masuk JNM adalah Rp 50.000 untuk dewasa dan Rp 25.000 untuk anak-anak.
Tips Berwisata di Jogja National Museum
- Baca informasi mengenai koleksi dan acara yang akan berlangsung di JNM sebelum berkunjung.
- Datanglah pada hari kerja untuk menghindari keramaian.
- Ikuti tur untuk mengetahui lebih lanjut tentang koleksi dan sejarah JNM.
- Nikmati berbagai fasilitas yang tersedia di JNM, seperti ruang pamer, ruang pertunjukan, dan ruang workshop.
Jogja National Museum merupakan galeri seni kontemporer yang wajib dikunjungi oleh para pecinta seni. Museum ini menawarkan berbagai koleksi dan acara seni yang menarik dan inspiratif.
Berita Terkait
-
Lokasi Penyewaan Sepeda Listrik di Yogyakarta, Wisata Ramah Lingkungan di Kota Pelajar
-
Rekomendasi 10 Oleh-oleh Khas Jogja, Harga Terjangkau dan Berkesan
-
Lokasi Sicepat Terdekat Yogyakarta, Mudah Ditemukan di Maps!
-
Jalur KA Antara Sentolo-Wates Sudah Bisa Dilalui Kecepatan Normal
-
Sekadar jadi Dokumentasi Sejarah, Kuliner Tradisional Keraton Bisa Terancam Punah
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Dorong Ekonomi, Volume Transaksi Merchant BRI Raih Rp67,9 Triliun
-
Siswa Non Muslim di Jogja Diperlakukan Diskriminatif Saat Pelajaran Agama, Tak Punya Ruangan Tetap
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Sidang Praperadilan Memanas, Hakim Pertanyakan Dasar Kejari Tetapkan Raudi Akmal Tersangka
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara