SuaraJogja.id - Puluhan warga di Dusun Pringgading, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul dilarikan ke Puskesmas dan klinik usai mengalami gejala mual, perut kembung, diare dan pusing. Diduga mereka mengalami keracunan usai mengkonsumsi snack dalam sebuah acara pengajian.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I NengaH Jeffry Prana Widnaya membenarkan adanya dugaan keracunan massal di wilayah Pajangan tersebut. Pihaknya menerima laporan dugaan keracunan tersebut pada Jumat (10/11/2023) siang. Namun peristiwanya sendiri dimulai pada Selasa (8/11/2023) lalu
"Ya benar ada dugaan keracunan. Ada sekira 34 orang,"terang dia.
Dugaan keracunan tersebut bermula ketika pada Selasa (07/11/2023) lalu, salah seorang warga setempat yang mengadakan kegiatan pengajian rutin. Setidaknya ada 40 jamaah yang hadir dalam acara tersebut.
Dan dalam kegiatan tersebut jamaah disuguhi minum teh, snack dan tahu guling. Selain untuk pengajian tersebut, pemilik rumah juga membagikan tahu guling ke masyarakat sekitar sehingga yang mengkonsumsi cukup banyak.
"Tahu guling tersebut dimasak oleh keluarga Bapak S dengan bahan-bahan dan bumbu yang dibeli di pasar,” ungkapnya.
Awalnya warga tidak merasakan apa-apa sehingga tidak curiga. Namun selang beberapa hari, warga dan jamaah yang mengkonsumsi makanan tersebut merasakan perut kembung, mual, diare dan kepala pusing.
Jeffry menyebut puluhan warga yang mengalami gejala keracunan kemudian dibawa ke Puskesmas dan klinik setempat. Mereka kemudian diberi obat dan sebagian besar melakukan rawat jalan. Hanya saja ada dua warga yang harus dirawat intensif di klinik terdekat.
"Ada dua orang yang harus menjalani perawatan lebih intensif di Klinik,"tambahnya
Hari ini, Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo, Puskesmas dan Polsek Pajangan telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang diduga mengalami keracunan makanan.
Pihaknya kini menindaklanjuti kasus dugaan keracunan makanan tersebut dengan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab dugaan keracunan tersebut. Untuk sampel sisa bahan makanan berupa kubis sudah diamankan dan akan dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.
“Untuk masyarakat yang mengalami gejala keracunan selanjutnya diberikan paket makanan tambahan,"ujarnya.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda