SuaraJogja.id - Sebuah insiden melibatkan sebuah kereta kelinci di wilayah Prambanan, Sleman pada Minggu (19/11/2023) kemarin. Delapan otang dilaporkan luka-luka dalam peristiwa itu.
Lantas bagaimana sebenarnya aturan kereta kelinci di jalan? Apakah memang penggunaannya diberbolehkan untuk transportasi umum?
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Sleman, Marjana menegaskan bahwa kereta kelinci sendiri sebenarnya sudah dilarang sejak lama. Sehingga memang tidak seharusnya dipergunakan untuk transportasi di jalanan.
"Kalau kereta kelinci itu dari dulu memang dilarang, enggak boleh itu, mengaspal di jalan, itu enggak boleh," kata Marjana, saat dihubungi, Selasa (21/11/2023).
Disampaikan Marjana, kereta kelinci hanya boleh dipergunakan khusus untuk wisata saja. Itu pun dengan area yang sudah dibatas terlebih dulu.
"Dia [kereta kelinci] itu hanya boleh di tempat khusus wisata yang areanya dibatasi. Sehingga tidak bersinggungan dengan kendaraan atau pengguna jalan yang lain. Kalau dulu ada peraturan atau SK Gubernur atau edaran kalau gak salah, saya lupa sudah lama sekali. Itu ndak boleh. Dan di undang-undang juga enggak ada itu untuk kereta kelinci itu, kan modifikasi to," paparnya.
Terkait dengan insiden di Prambanan kemarin, Marjana mengaku sudah ada personel yang melakukan investigasi di lapangan. Berdasarkan pemeriksaan bahwa memang lokasi kejadian itu berada di sebuah jalan tanjakan.
"Di situ tanjakan, kita harus peringatan rambu-rambu bahwa itu ada tanjakan tajam. Sehingga ya mengantisipasi accident. Kita harus melengkapi itu," ungkapnya.
Termasuk dengan penambahan sarana dan prasarana lain di sekitar lokasi. Namun, kata Marjana, tidak ada rambu-rambu khusus untuk kereta kelinci sebab tidak masuk dalam kategori kendaraan bermotor yang direkomendasikan oleh aturan.
Marjana menyampaikan bakal melakukan koordinasi lanjutan dengan kepolisian mengenai kereta kelinci. Termasuk dengan terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
"Ya kita koordinasi dengan kepolisian, karena sudah di jalan kepolisian yang menindak. Kalau kita mungkin ya sosialisasi, kalau itu tentang kelaikan jalan sudah itu enggak laik lah. Kelayakan jalan sudah ada aturan undang-undangnya, sudah enggak masuk itu [kereta kelinci]," katanya.
Sebelumnya diberitakan sebuah kereta kelinci mengalami kecelakaan pada Minggu (19/11/2023) sekitar pukul 09.30 WIB. Tepatnya di Jalan Sumberwatu, Padukuhan Gatak, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.
Kecelakaan itu bermula saat pengemudi kereta kelinci membawa penumpangnya hendak menuju Bayat, Klaten. Berdasarkan informasi yang didapat polisi bahwa penumpang kereta kelinci itu berjumlah 45 orang.
Mereka hendak ke Klaten dengan maksud berziarah ke Makam Sunan Pandanaran di Klaten. Saat itu kereta kelinci melaju dari arah barat ke timur.
Dalam perjalanan rombongan melewati jalanan yang agak menanjak di lokasi kejadian. Diduga tak kuat menanjak mengakibatkan kereta kelinci itu akhirnya mengalami kecelakaan tunggal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan
-
Serunya The Creator Quest: Jelajah Yogya, Kupas Tuntas Honda Care, dan Berburu Vario 125 Street
-
BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia dengan Valuasi USD6,9 Miliar
-
Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa