SuaraJogja.id - Warga Padukuhan Bruno II Kalurahan Ngestirejo Kecamatan Tanjungsari mengaku belum pernah mendapatkan sosialisasi berkaitan dengan rencana adanya pembangunan beach club dan villa oleh artis kenamaan, Raffi Ahmad. Padahal, lahan yang bakal digunakan berada di wilayah padukuhan tersebut.
Warga Bruno juga mengaku tidak mengetahui jika rencana pembangunan beach club dan villa tersebut ditentang oleh lembaga pemerhati lingkungan Walhi dengan alasan bakal mengganggu kelestarian alam termasuk salah satunya adalah dapat merusak keberadaan sungai bawah tanah yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.
Dukuh Bruno II, Subino mengaku mendapat informasi bakal adanya pembangunan beach club oleh Raffi Ahmad di wilayahnya dari media baik media sosial maupun media mainstream. Meskipun sudah ada peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan beach club tersebut, namun dia tidak pernah diundang untuk acara tersebut ataupun sekedar sosialisai.
"itu kayaknya hanya pak lurah, saya tidak diundang. Mungkin pak lurah menganggap cukup beliau saja yang hadir,"terang dia, Kamis (27/12/2023).
Baca Juga: Beach Club Raffi Ahmad yang bakal Dibangun di Gunungkidul Dikecam Walhi, Pemda DIY Tegaskan Hal Ini
Subino juga mengaku tidak tahu jika proyek Raffi Ahmad ditentang oleh pemerhati lingkungan. Jika alasannya karena sungai bawah tanah ataupun gunung karst lainnya, Sugino mengaku tidak memiliki kompetensi berkaitan dengan hal tersebut. Karena memang sejauh ini belum ada kajian dari akademisi atau pihak tertentu tentang keberadaan dari sungai bawah tanah di wilayahnya.
Meski tidak mengetahui apakah wilayah yang bakal dibangun beach club oleh Raffi Ahmad tersebut ada sungai bawah tanah atau tidak, namun Subino menyebut jika tak jauh dari lokasi calon tempat usaha Raffi Ahmad ini ada semacam goa vertikal alias luweng. Di mana seringkali ketika musim penghujan datang, aliran limpasan air hujan masuk ke dalam luweng tersebut.
"Ya katanya kalau ada luweng itu di bawahnya ada sungai bawah tanah,"ungkapnya.
Sugino menambahkan, di tempat tersebut sebenarnya juga ada sumur atau sumber mata air yang biasa dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan pertanian. Namun dia tidak tau banyak berkaitan dengan sumur tersebut. Dan dia merasa jika benar-benar ada investasi besar-besaran dari Raffi Ahmad maka tidak akan mengganggu sumber air warga.
Subino mengungkapkan, tanah yang bakal digunakan untuk lokasi beach club dari Raffi Ahmad tersebut banyak dimanfaatkan warga untuk pertanian. Pertanian dalam dalam hal ini hanyalah palawija seperti jagung ataupun kacang tanah. Karena jika menanam padi maka tidak bisa dilakukan karena tidak ada sumber untuk mengairi sawahnya.
"Ya kalau ditanami kayak lahan lain di sini, tidak bisa untuk padi," tambahnya.
Berita Terkait
-
Ruben Onsu Mualaf, Raffi Ahmad Beri Selamat: Semoga Selalu Penuh Kebaikan
-
Kembali Cuek Disapa Warga Bandung saat Ziarah, Adab Nagita Slavina Jadi Perbincangan
-
Beda Kelas THR yang Diterima Rafathar-Rayyanza dari Keluarga Raffi Ahmad
-
Lagi, Nagita Slavina Dituding Sombong Gara-Gara Tak Menoleh saat Disapa Warga
-
Ziarah Bareng Raffi Ahmad, Nagita Slavina Kembali Dicap Sombong Tak Sapa Warga
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
Terkini
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir
-
Tren Kunjungan Meningkat, Jip Wisata Lereng Merapi Masih Jadi Alternatif Liburan saat Lebaran 2025
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil