"Lagian juga cuma sehari kan acaranya. Kecuali kalau sampai berhari-hari, ya mungkin warga sini bakalan terganggu juga ya. Setahu saya ya warga sini itu tidak terdampak ya.", ujar Santoso.
Santoso pun menambahkan bahwa alasan warga sekitar Pakualaman tidak terdampak dengan penutupan jalan adalah karena warga sekitar Pakualaman sendiri sudah mengetahui banyak jalan alternatif jika jalan-jalan besar mengalami penutupan untuk acara besar seperti ini.
"Biasanya warga sini nggak terdampak ya karena sudah tahu jalan alternatifnya juga. Kalau sini ditutup, larinya ke sini, sini tutup lagi, larinya ke situ. Justru para pendatang yang setahu saya terdampak. Karena mereka nggak tahu jalan alternatifnya kan. Jadinya bingung, mau lewat sini kok ditutup, lewat sana muternya terlalu jauh. Makanya kemungkinan terdampaknya lebih besar pendatang daripada warga sekitar sini.", jelas Santoso.
Kontributor: Fristian Setiawan
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan