"Lagian juga cuma sehari kan acaranya. Kecuali kalau sampai berhari-hari, ya mungkin warga sini bakalan terganggu juga ya. Setahu saya ya warga sini itu tidak terdampak ya.", ujar Santoso.
Santoso pun menambahkan bahwa alasan warga sekitar Pakualaman tidak terdampak dengan penutupan jalan adalah karena warga sekitar Pakualaman sendiri sudah mengetahui banyak jalan alternatif jika jalan-jalan besar mengalami penutupan untuk acara besar seperti ini.
"Biasanya warga sini nggak terdampak ya karena sudah tahu jalan alternatifnya juga. Kalau sini ditutup, larinya ke sini, sini tutup lagi, larinya ke situ. Justru para pendatang yang setahu saya terdampak. Karena mereka nggak tahu jalan alternatifnya kan. Jadinya bingung, mau lewat sini kok ditutup, lewat sana muternya terlalu jauh. Makanya kemungkinan terdampaknya lebih besar pendatang daripada warga sekitar sini.", jelas Santoso.
Kontributor: Fristian Setiawan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana