SuaraJogja.id - Polisi berhasil menangkap satu pelaku kekerasan seksual di salah satu SD swasta di Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil penyidikan tercatat ada lima korban yang memang terbukti memenuhi unsur-unsur tindak pidana pencabulan.
"Korban yang memenuhi unsur ada 5 yang terdiri dari 4 laki-laku dan 1 perempuan dengan usia 11-12 tahun di wilayah Jogja," kata Kapolresta Kota Yogyakarta Kombes Aditya Surya Dharma, saat rilis kasus di Mapolresta Yogyakarta, Senin (15/1/2024).
Aditya menuturkan pelaku sendiri seorang pemuda berinisial JL (24) yang berprofesi sebagai guru di sekolah itu. Diketahui perbuatan cabul pelaku dilakukan pada medio Agustus hingga Oktober 2023.
JL ditangkap di rumahnya di wilayah Sleman pada Jumat (12/1/2024) kemarin. Statusnya kemudian dinaikkan menjadi tersangka dan langsung ditahan di rutan.
"(Penetapan) dari pendalaman kami, dari pengakuan tersangka juga, dia bilang mutlak. Kemudian kita pemeriksaan psikologis tersangka dan lain-lain. Visum akan dilakukan," ucapnya.
Kasus ini terungkap setelah Unit PPA Satreskrim Polresta Jogja mendapat laporan dari masyarakat pada Senin (8/1/2024) kemarin. Saat itu dilaporkan korban berjumlah 15 orang yang merupakan siswa dari sekolah tersebut.
Menerima laporan tersebut, polisi lantas melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa 20 orang saksi. Dari hasil pemeriksaan tersebut mendapati lima orang siswa yang memenuhi unsur atau yang menjadi korban perbuatan cabul itu.
Dalam penyidikan tersebut, Aditya menyebut tersangka tidak hanya melakukan tindak pencabulan dengan menggerayangi tubuh para korbannya. Tersangka turut memberikan ancaman kepada para korban dengan sebilah pisau.
"Modus tersangka sebagai guru mendekati berbincang akrab dengan korban lalu tiba-tiba melakukan perbuatan cabul tersebut," ucapnya.
Baca Juga: DP3AP2KB Kota Jogja Catat 194 Kasus Kekerasan Sepanjang 2023, Didominasi Korban Perempuan
"Pisau dilakukan untuk menakut-nakuti dari anak tersebut. Kalau dilakukan sejak bulan Agustus sampai dengan Oktober. Alasannya spontanitas," imbuhnya.
Kasatreskrim Polresta Jogja AKP Probo Satrio menuturkan pihaknya masih mendalami rekam jejak tersangka salam ini. Namun disebutkan tersangka saat ditangkap berstatus guru di sekolah tersebut.
Sementara terkait 10 korban lain, disampaikan Probo memang tidak memenuhi unsur pidana.
"Jadi (yang 10 siswa) tidak masuk dalam unsur pasal. Jadi dia memang dipegang tapi pegang pundak, itukan enggak masuk unsur. Kalau yang lima sudah megang ke bagain tubuh yang vital," terang Probo.
Sementara untuk keterangan dimana korban diajak untuk menonton video porno, kata Probo juga masih dalam pendalaman. Pasalnya tersangka belum mengakui hal tersebut.
"Jadi untuk masalah nonton itu sekarang dia belum mengakui tapi untuk anak-anak bilang seperti itu," ucapnya.
Berita Terkait
-
Soal Dugaan Kasus Kekerasan Seksual di SD Swasta, Pemkot Kota Jogja: Bagi yang Salah Dihukum Seberat-beratnya
-
Perkembangan Dugaan Kekerasan Seksual di SD Swasta, KPAID Kota Jogja: Ada Satu yang Terbukti
-
Tindaklanjuti Laporan Dugaan Kekerasan Seksual di Salah Satu SD Swasta Kota Jogja, Polisi Periksa Tiga Saksi
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Film Lokal Rasa Hollywood, 'Pelangi di Mars' Buktikan Mimpi Anak Bangsa
-
Lawan Arus di Jalan Yogya-Wates, Dua Sepeda Motor Hantam Avanza: Empat Remaja Tewas
-
Sausu Tambu: Dari Pesisir Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Berkat Program Desa BRILiaN
-
Kuasa Hukum Sri Purnomo : Bawa Nama Pihak Lain Dalam Replik Tak Ubah Substansi Perkara
-
Aksi Brutal Pemuda di Sleman, Lakukan Pengeroyokan dan Bakar Motor Pakai Kembang Api